BEKASI, INDORAYA TODAY – Jumlah korban jiwa dalam kecelakaan maut yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur terus bertambah.

Hingga Selasa (28/4/2026) pagi, total korban meninggal dunia dilaporkan telah mencapai lima orang.

Kepala Basarnas, Mohammad Syafii mengonfirmasi adanya penambahan jumlah korban tewas seiring berjalannya proses evakuasi di lapangan.

“Sementara ini korban ada lima. Proses evakuasi masih berjalan, jadi belum menjadi keputusan final jumlah korban,” ujar Syafii kepada awak media di lokasi kejadian.

Syafii menjelaskan, petugas di lapangan menghadapi kendala besar karena kondisi rangkaian kereta yang saling menghimpit dengan sangat kuat.

“Memang yang kami pisahkan ini merupakan logam-logam dengan kekuatan yang agak ekstra,” jelasnya.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Bobby Rasyidin menyebutkan jumlah korban tewas berjumlah empat orang pada dini hari tadi.

Namun, satu korban tambahan ditemukan dalam kondisi tak bernyawa saat petugas menyisir puing-puing gerbong yang ringsek.

“Korban meninggal dunia itu (tadi) ada empat orang. Kemudian yang kita observasi di rumah sakit ada 71 orang,” kata Bobby.

Seluruh korban tewas diketahui merupakan penumpang KRL yang berada di rangkaian paling belakang, yang merupakan gerbong khusus perempuan.

Hingga saat ini, suasana di Stasiun Bekasi Timur masih mencekam. Petugas gabungan masih berupaya mengeluarkan sekitar enam hingga tujuh penumpang yang diduga masih terperangkap.

“Masih ada korban yang belum berhasil dievakuasi karena terjepit. Petugas terpaksa melakukan pemotongan rangkaian kereta,” tambah Bobby.

Terkait penyebab kecelakaan ini, pihak KAI mencurigai adanya gangguan sistem perkeretaapian pasca-insiden taksi yang menemper kereta di JPL 85 sebelum tabrakan terjadi.

Meski demikian, KAI masih menunggu hasil investigasi resmi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

BACA JUGA:  Bahar bin Smith Jadi Tersangka Penganiayaan Anggota Banser, Ini Kronologinya