DEPOK, INDORAYA TODAY – Kelurahan Duren Seribu, Kecamatan Bojongsari, mencatatkan prestasi membanggakan dalam program Sekolah Lansia di Kota Depok.
Duren Seribu menjadi wilayah dengan jumlah peserta Sekolah Lansia terbanyak, baik di tingkat Kecamatan Bojongsari maupun Kota Depok.
Lurah Duren Seribu Ahmad Sabani mengatakan, dari total 147 peserta Sekolah Lansia di Kecamatan Bojongsari, sebanyak 66 peserta berasal dari Duren Seribu.
“Duren Seribu terbanyak peserta, ada 66 orang. Bahkan untuk tingkat Kota Depok juga masih yang terbanyak,” kata Ahmad Sabani di sela Wisuda Sekolah Lansia IRL Sayang Ama Emak dan Baba di Balairung Budi Utomo, Hotel Bumi Wiyata, Beji, Selasa (16/6/2026).
Menurut Sabani, tingginya jumlah peserta tidak lepas dari antusiasme warga lanjut usia yang terus meningkat dari tahun ke tahun.
Bahkan, kata dia, banyak warga berusia di bawah 60 tahun yang sudah masuk daftar tunggu untuk mengikuti program tersebut.
“Yang umur 59 tahun, 58 tahun sudah nanya kapan bisa masuk. Padahal syaratnya usia 60 tahun ke atas,” ujarnya.
Sabeni menjelaskan, promosi program itu berjalan secara alami dari mulut ke mulut.
Para peserta yang merasakan manfaat sekolah lansia kemudian mengajak rekan dan tetangga mereka untuk ikut bergabung.
“Tidak ada pengumuman khusus seperti penerimaan siswa baru. Mereka cerita sendiri bahwa sekolah lansia ini membahagiakan dan jadi tempat silaturahmi setiap minggu,” ucapnya.
Ia menyebut sejumlah program unggulan menjadi daya tarik utama Sekolah Lansia Duren Seribu.
Salah satunya adalah senam hidroterapi gratis yang rutin digelar setiap bulan di Taman Herbal Insani melalui dukungan program CSR.
Selain itu, peserta juga mendapatkan berbagai materi kesehatan hasil kerja sama dengan UPN Veteran Jakarta dan sejumlah tenaga profesional.
“Ada materi pencegahan demensia, ada juga senam Ling Tien Kung. Jadi banyak kegiatan yang membuat lansia tetap sehat dan aktif,” katanya.
Menurut Sabeni, saat ini jumlah peminat terus bertambah sehingga kapasitas peserta harus dibatasi karena keterbatasan ruang belajar.
Meski demikian, warga yang belum memenuhi syarat usia tetap diperbolehkan mengikuti sejumlah kegiatan sebagai peserta nonformal.
“Semangat mereka luar biasa. Motivasi untuk sehat tinggi. Makanya mereka rajin datang ke sekolah,” tuturnya.
Wisuda Sekolah Lansia IRL Sayang Ama Emak dan Baba tersebut turut dihadiri Wali Kota Depok Supian Suri serta Ketua TP PKK Kota Depok Cing Ikah.
Prestasi Duren Seribu sebagai penyumbang peserta terbanyak pun menjadi salah satu sorotan dalam kegiatan yang diikuti para lansia dari berbagai wilayah di Kota Depok. (Muhamad Taufik)

Tinggalkan Balasan