INDORAYATODAY.COM – Bupati Bogor, Rudy Susmanto, merespons polemik terkait pengiriman sampah dari Kota Tangerang Selatan (Tangsel) ke wilayah Kabupaten Bogor, khususnya ke lokasi pengelolaan sampah milik PT Aspex Kumbong di Cileungsi.
Rudy menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor pada dasarnya terbuka untuk menjalin kerja sama antar-daerah, namun dengan catatan persyaratan ketat harus dipenuhi.
Rudy menyatakan, Pemkab Bogor memiliki semangat untuk membantu daerah tetangga dalam mengatasi persoalan lingkungan. Kendati demikian, ia mengingatkan bahwa setiap aktivitas pengelolaan sampah lintas wilayah wajib berpijak pada koridor hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
“Pada prinsipnya kami siap membantu. Namun, kerja sama tersebut harus ditempuh bersama-sama sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang ada,” tegas Rudy Susmanto di Cibinong, Senin (12/1/2026).
Bagi Rudy, persoalan sampah bukan sekadar urusan birokrasi dan administratif semata, melainkan berkaitan erat dengan keberlangsungan ekosistem dan kenyamanan warga. Ia menekankan bahwa aspek dampak lingkungan serta persetujuan masyarakat sekitar lokasi merupakan faktor krusial yang tidak bisa ditawar.
Ia menyatakan secara eksplisit bahwa Pemkab Bogor tidak akan memberikan lampu hijau apabila aktivitas pembuangan sampah tersebut mendapatkan penolakan dari warga setempat. Menurutnya, suara rakyat adalah indikator utama dalam pengambilan kebijakan yang berdampak pada lingkungan.
“Kalau masyarakatnya menolak, maka kami tidak bisa memaksakan. Kepentingan dan pelayanan terhadap masyarakat tetap menjadi prioritas utama kami,” ujar Rudy menambahkan.
Guna menindaklanjuti polemik ini, Pemkab Bogor melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) telah menerjunkan tim untuk melakukan penelusuran mendalam di PT Aspex Kumbong. Pemeriksaan tersebut mencakup evaluasi menyeluruh terhadap kelengkapan dokumen perizinan, analisis dampak lingkungan, hingga verifikasi persetujuan warga.
Rudy meminta Pemerintah Kota Tangsel untuk menempuh seluruh proses administratif secara transparan dan terbuka. Langkah ini dinilai penting untuk menjamin agar kerja sama yang terjalin nantinya tidak menimbulkan masalah sosial maupun lingkungan di masa depan.
Hingga saat ini, Pemkab Bogor masih menunggu laporan akhir dari tim DLH sebelum mengambil keputusan resmi terkait kelanjutan aktivitas pengiriman sampah dari kota satelit Jakarta tersebut.

Tinggalkan Balasan