INDORAYATODAY.COM, DEPOK – Banjir yang terjadi di kawasan Bukit Sawangan Indah, Kelurahan Duren Mekar pada 19 Mei 2026 berdampak pada tiga wilayah RW, yakni RW 01, 05, dan 07.

Wilayah paling terdampak berada di RW 05 karena posisi permukiman yang lebih rendah dan masuk kawasan rawan banjir.

Lurah Duren Mekar Devis Herlando mengatakan berdasarkan pendataan di lapangan terdapat sekitar 100 rumah terdampak banjir.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 42 rumah mengalami dampak paling parah dengan ketinggian air mencapai 35 hingga 50 sentimeter.

“RW 05 menjadi wilayah yang paling parah terdampak karena posisi wilayahnya lebih rendah,” ujar Devis dalam wawancara pada Jumat (22/5/2026).

Menurut dia, banjir dipicu meluapnya Kali Angke akibat tingginya debit air kiriman dari wilayah Bogor.

Selain itu, terdapat sejumlah faktor lain yang memperparah kondisi di lapangan, seperti kurang efektifnya pintu air di Ragamukti, tujuh titik turap longsor, dan satu mesin pompa yang sebelumnya tidak berfungsi.

“Debit air dari hulu Bogor cukup besar dan ada beberapa faktor lain di lapangan,” katanya.

Pasca banjir, pihak kecamatan, kelurahan, RT/RW, LPM, Dinas PUPR SDA, dan tokoh masyarakat langsung melakukan rapat koordinasi untuk penanganan awal.

Pemerintah juga mulai mengajukan bantuan melalui skema Belanja Tidak Terduga (BTT) dan Anggaran Belanja Tambahan (ABT).

Selain itu, mesin pompa yang sebelumnya tidak berfungsi kini disebut telah kembali beroperasi.

Untuk bantuan warga, pemerintah menyalurkan logistik karena banjir relatif cepat surut sehingga warga belum membutuhkan dapur umum.

“Untuk mesin pompa sudah berfungsi semua,” ujar Devis.

Sejumlah pihak yang turun langsung ke lokasi banjir di antaranya Camat Bojongsari, aparat kelurahan, RT/RW, LPM, Babinsa, dan tim PUPR SDA.

BACA JUGA:  Pemkot Depok Akan Tinggikan Turap Kali di Perumahan BSI untuk Cegah Banjir

Pemerintah Kelurahan Duren Mekar bersama instansi terkait mulai melakukan langkah penanganan pascabanjir di Bukit Sawangan Indah. Fokus penanganan diarahkan pada perbaikan turap, optimalisasi pompa air, dan pengajuan bantuan untuk mengurangi risiko banjir susulan. ***