INDORAYATODAY.COM, DEPOK – Pendidikan inklusif di Kota Depok mulai diarahkan tidak hanya sebatas membuka akses sekolah bagi anak berkebutuhan khusus. Dinas Pendidikan (Disdik) Depok kini mendorong sekolah lebih fokus membangun kemandirian hingga kesiapan peserta didik menghadapi dunia kerja.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Wahid Suryono, menilai paradigma pendidikan inklusif perlu diperluas. Menurut dia, sekolah tidak cukup hanya menerima peserta didik berkebutuhan khusus, tetapi juga harus mampu menciptakan lingkungan belajar yang adaptif dan mendukung perkembangan setiap anak.

“Pendidikan inklusif tidak boleh hanya berhenti pada akses masuk sekolah. Itu baru langkah awal,” ujar Wahid Suryono, belum lama ini.

Ia mengatakan, setiap anak memiliki cara belajar dan potensi yang berbeda. Karena itu, pendekatan pendidikan dinilai tidak bisa disamaratakan hanya berdasarkan capaian akademik.

Menurutnya, keberhasilan pendidikan anak inklusi juga dapat dilihat dari tumbuhnya rasa percaya diri, kemampuan bersosialisasi, hingga keterampilan hidup yang membantu mereka lebih mandiri di masa depan.

Wahid menegaskan, guru perlu menghadirkan metode pembelajaran yang lebih fleksibel sesuai kebutuhan peserta didik di kelas.

“Sekolah tidak boleh memaksa semua anak berjalan dengan cara yang sama. Perbedaan itu bukan hambatan,” katanya.

Selain itu, Disdik Depok juga mulai mendorong sekolah membangun keterhubungan antara proses belajar dengan kehidupan sosial maupun dunia kerja.

Ia menilai, pendidikan tidak semata-mata berbicara soal nilai rapor, melainkan bagaimana sekolah mampu membantu anak menemukan kemampuan dan minat yang dapat dikembangkan menjadi bekal hidup.

“Kita jangan hanya bertanya nilai anak ini berapa. Tetapi juga harus bertanya anak ini punya kemampuan apa dan dukungan apa yang mereka perlukan agar bisa hidup mandiri,” ucapnya.

Dalam kegiatan tersebut, Disdik Depok juga menyoroti pentingnya keterlibatan orang tua dan lingkungan dalam mendukung pendidikan inklusif.

BACA JUGA:  SPMB Kota Depok 2025 Dibuka, Ini Syarat dan Jadwal Lengkap Pendaftaran SMP

Menurut Wahid, keberhasilan pendidikan anak berkebutuhan khusus tidak bisa dibebankan hanya kepada sekolah atau guru. Dukungan keluarga dan lingkungan sekitar dinilai menjadi faktor penting untuk membangun rasa percaya diri anak.

Ia menegaskan, anak-anak inklusi membutuhkan ruang tumbuh dan kesempatan yang sama untuk berkembang di tengah masyarakat.

“Anak-anak ini tidak membutuhkan belas kasihan. Mereka membutuhkan kesempatan dan dukungan agar bisa menunjukkan kemampuan terbaiknya,” ungkapnya.

Talkshow tersebut turut membahas berbagai tantangan pendidikan inklusif, mulai dari kesiapan guru, pola pembelajaran di kelas, hingga peluang kerja bagi anak berkebutuhan khusus setelah lulus sekolah.

Disdik Depok berharap penguatan pendidikan inklusif dapat menciptakan sistem pendidikan yang lebih adil dan manusiawi. Di tengah perubahan dunia pendidikan, sekolah didorong mampu memastikan seluruh peserta didik tetap memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan meraih masa depan. ***