INDORAYATODAY.COM, DEPOK – Ketua Pembina Posyandu Kota Depok, Siti Barkah Hasanah atau Cing Ikah, menegaskan bahwa keberhasilan Posyandu tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan sarana dan prasarana. Menurutnya, kekuatan utama Posyandu justru terletak pada para kader yang setiap hari menjadi ujung tombak pelayanan masyarakat.
Cing Ikah mengungkapkan Kota Depok saat ini memiliki 16.234 kader Posyandu yang tersebar di 1.083 Posyandu pada 11 kecamatan dan 63 kelurahan.
Menurutnya, para kader tersebut menjadi garda terdepan dalam membantu pemerintah memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat, mulai dari kesehatan ibu dan anak hingga berbagai program pemberdayaan keluarga.
“Kota Depok memiliki kader sebanyak 16.234 kader Posyandu yang setiap bulan bergerak dengan penuh semangat dan dedikasi untuk mengabdi buat bangsa dan negara,” ujar Cing Ikah dalam keterangan yang dikutip pada Jumat (5/6/2026).
Ia menilai keberadaan kader Posyandu memiliki peran strategis karena menjadi penghubung antara program pemerintah dengan masyarakat di tingkat lingkungan.
Untuk meningkatkan kualitas pelayanan, Pemerintah Kota Depok terus mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia Posyandu.
Cing Ikah menyebutkan sebanyak 6.002 kader telah mengikuti pelatihan 25 keterampilan dasar kader Posyandu. Pelatihan tersebut menjadi bekal penting dalam mendukung transformasi Posyandu menuju layanan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM).
“Sebanyak 6.002 kader telah mengikuti pelatihan 25 keterampilan dasar kader Posyandu dan akan terus kita tingkatkan untuk memiliki kompetensi dalam menjalankan Posyandu 6 SPM,” katanya.
Selain pelatihan dasar, kader juga terus didorong mengikuti berbagai pelatihan lain agar mampu memberikan pelayanan yang semakin berkualitas kepada masyarakat.
Khusus di Kecamatan Tapos, Cing Ikah mengungkapkan terdapat 2.038 kader Posyandu yang aktif mendukung pelayanan masyarakat.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 747 kader telah mengikuti pelatihan 25 keterampilan dasar kader Posyandu, sementara 716 kader lainnya telah mengikuti berbagai pelatihan pendukung lainnya.
Menurut Cing Ikah, peningkatan kapasitas kader akan terus menjadi perhatian pemerintah daerah seiring penerapan Posyandu 6 SPM yang memperluas layanan Posyandu tidak hanya pada bidang kesehatan, tetapi juga pendidikan, sosial, ketertiban dan perlindungan masyarakat, pekerjaan umum, serta perumahan rakyat.
Ia berharap seluruh kader Posyandu di Kota Depok terus menjadi motor penggerak pelayanan masyarakat sekaligus mitra pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup warga hingga tingkat lingkungan terkecil.

Tinggalkan Balasan