INDORAYATODAY.COM, DEPOK – Camat Tapos Jarkasih menyoroti pentingnya pendataan yang akurat dan pengawasan yang berkelanjutan dalam upaya penanganan stunting di wilayahnya. Hal itu disampaikan menyusul masih adanya balita stunting yang tercatat di Kecamatan Tapos berdasarkan data terbaru Dinas Kesehatan.

Pernyataan tersebut disampaikan Jarkasih usai menghadiri kegiatan Launching Posyandu 6 SPM Kecamatan Tapos di Posyandu Mawar 16, Perumahan HBTB, Kelurahan Sukatani, Kamis (4/6/2026).

Jarkasih mengatakan penanganan stunting harus diawali dengan data yang valid agar intervensi yang dilakukan benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan.

Menurutnya, pemerintah bersama pihak terkait perlu memastikan bahwa data yang tercatat telah melalui proses verifikasi yang tepat sehingga penanganan dapat berjalan lebih efektif.

“Pertama pastikan dulu pendataannya, harus betul-betul benar dan akurat. Yang berikutnya penanganannya harus tepat sasaran,” ujar Jarkasih.

Ia menilai akurasi data menjadi faktor penting dalam menentukan langkah pendampingan dan bantuan yang dibutuhkan oleh keluarga yang masuk dalam kategori rentan.

Jarkasih menjelaskan salah satu upaya yang saat ini berjalan adalah Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang turut menyasar kelompok rentan, termasuk anak-anak yang mengalami stunting.

Melalui program tersebut, makanan bergizi yang disiapkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) didistribusikan kepada penerima manfaat dengan melibatkan kader di wilayah.

Menurutnya, program tersebut memiliki potensi besar untuk mendukung upaya perbaikan gizi anak apabila pelaksanaannya berjalan sesuai sasaran.

“Nah ini perlu dipastikan juga bahwa makanan bergizi yang diberikan benar-benar diterima dan dikonsumsi oleh anak yang menjadi sasaran program,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Jarkasih juga mengapresiasi peran kader Posyandu yang selama ini aktif mendampingi masyarakat, termasuk dalam berbagai program kesehatan dan pemenuhan gizi.

BACA JUGA:  Prabowo Siapkan Langkah Hadapi El Nino 2026, BMKG Diminta Perkuat Modifikasi Cuaca

Ia berharap kader terus melakukan pemantauan dan pendampingan kepada keluarga penerima manfaat agar program yang dijalankan dapat memberikan hasil yang optimal.

Sebelumnya, Ketua Pembina Posyandu Kota Depok Siti Barkah Hasanah atau Cing Ikah menyampaikan bahwa berdasarkan data terbaru Dinas Kesehatan, Kecamatan Tapos tercatat memiliki 666 balita stunting.

Menurut Jarkasih, kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader Posyandu, dan masyarakat menjadi kunci penting dalam mempercepat penurunan angka stunting di wilayah Tapos.

Ia berharap berbagai program yang telah berjalan dapat semakin memperkuat upaya peningkatan kualitas kesehatan dan tumbuh kembang anak di masa mendatang.