INDORAYATODAY.COM, JAKARTA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi penyumbang terbesar kenaikan belanja kementerian dan lembaga (K/L) pada semester I 2026 dengan realisasi anggaran mencapai Rp98,8 triliun.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pemerintah mempercepat realisasi belanja negara sejak awal tahun agar dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi dan daya beli masyarakat dapat dirasakan lebih merata.
“Belanja pemerintah memang ditarik lebih awal agar pelaksanaannya lebih merata sepanjang tahun, sehingga dampaknya terhadap perekonomian menjadi lebih baik,” ujar Purbaya, Rabu (22/7).
Hingga akhir Juni 2026, realisasi belanja pemerintah pusat mencapai Rp1.298,6 triliun atau 41,2 persen dari target APBN 2026 sebesar Rp3.149,7 triliun. Nilai tersebut meningkat 29,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Dari total belanja tersebut, realisasi belanja kementerian dan lembaga mencapai Rp658,9 triliun atau 43,6 persen dari pagu anggaran.
Pemerintah mencatat kenaikan belanja K/L terutama ditopang oleh peningkatan belanja barang yang mencapai Rp267,4 triliun atau melonjak 100,7 persen dibandingkan semester I 2025.
Di antara berbagai program pemerintah, penyaluran anggaran MBG menjadi komponen terbesar dengan nilai Rp98,8 triliun. Nilai itu jauh lebih tinggi dibandingkan sejumlah program lainnya, seperti insentif biodiesel Rp20,1 triliun, pelayanan kesehatan Rp7,8 triliun, Dana BOS Swasta Rp4,8 triliun, serta stabilisasi pangan Rp3,2 triliun.
Selain MBG, belanja kementerian dan lembaga juga digunakan untuk mendukung Program Keluarga Harapan (PKH), Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Kartu Sembako, Program Indonesia Pintar (PIP), pembangunan infrastruktur, hingga pembayaran tunjangan hari raya dan gaji ke-13 aparatur sipil negara.
Selain belanja barang, pemerintah juga mencatat realisasi belanja pegawai sebesar Rp203,8 triliun atau meningkat 24,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut dipengaruhi pengangkatan sekitar 355 ribu aparatur sipil negara baru, percepatan pembayaran tunjangan pendidikan non-PNS, serta pencairan THR dan gaji ke-13 bagi ASN pusat, TNI, dan Polri.
Sementara itu, belanja modal mencapai Rp109,4 triliun atau naik 14 persen. Anggaran tersebut dimanfaatkan untuk pembangunan jalan, jaringan irigasi, gedung, pengadaan peralatan, serta berbagai proyek infrastruktur lainnya.
Realisasi belanja bantuan sosial juga mencapai Rp78,3 triliun atau meningkat 0,4 persen dibandingkan semester I tahun lalu. Dana tersebut digunakan untuk penyaluran PKH, Kartu Sembako, Penerima Bantuan Iuran (PBI) JKN, Program Indonesia Pintar, KIP Kuliah, rehabilitasi sosial, hingga penanggulangan bencana.
Pemerintah menilai percepatan belanja negara menjadi strategi untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di tengah ketidakpastian global. Dalam realisasi semester I 2026, Program Makan Bergizi Gratis tercatat sebagai kontributor terbesar terhadap peningkatan belanja kementerian dan lembaga, sekaligus menjadi salah satu program prioritas yang menopang belanja APBN pada paruh pertama tahun ini.

Tinggalkan Balasan