INDORAYATODAY.COM – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dijadwalkan akan menerima surat kepercayaan (Letter of Credentials) dari 17 calon duta besar (dubes) luar biasa dan berkuasa penuh (LBBP) negara-negara sahabat. Agenda kenegaraan ini akan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Senin (8/6/2026) pekan depan.

Kepastian mengenai jadwal tersebut dikonfirmasi oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi. Ia menjelaskan bahwa prosesi penyerahan surat kepercayaan ini akan digelar pada hari yang sama dengan agenda pelantikan sejumlah pejabat negara untuk efisiensi waktu.

“Untuk efektivitas, (penyerahan surat kepercayaan oleh dubes) kita rencanakan di hari yang sama ya. Kalau forum pelantikannya kan tentu berbeda. Pelantikan pejabat negara dengan penyerahan kredensial dari para duta besar negara sahabat,” ujar Prasetyo Hadi di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Senada dengan Mensesneg, Menteri Luar Negeri Sugiono juga memastikan bahwa Presiden Prabowo akan menyambut langsung belasan utusan diplomatik negara sahabat tersebut.

Sugiono mengungkapkan bahwa dirinya sudah melakukan pertemuan awal dengan masing-masing duta besar yang tengah menunggu antrean penyerahan kredensial ini. Menlu memastikan bahwa komunikasi diplomatik Indonesia dengan negara-negara terkait tetap berjalan solid tanpa hambatan.

“Yang pasti, substansi dari kerja sama bilateral tetap berjalan,” kata Sugiono menegaskan bahwa penundaan seremonial tidak mengganggu hubungan antarnegara.

Prosesi pada pekan depan ini akan menjadi momen kedua bagi Presiden Prabowo Subianto dalam menerima surat kepercayaan dubes asing sejak menjabat. Sebelumnya, Prabowo terakhir kali menerima Letter of Credentials pada November 2025 lalu dari delapan duta besar negara sahabat di Istana Merdeka.

Penyerahan kartu kredensial ini merupakan tahapan formalitas tertinggi dalam diplomasi, yang menandai bahwa para dubes asing tersebut telah resmi memiliki otoritas penuh untuk menjalankan tugas-tugas diplomatik dan memperkuat hubungan bilateral di Indonesia.(*)

BACA JUGA:  Ke Filipina, Presiden Prabowo Usung Agenda Ketahanan Pangan dan Nikel di KTT ASEAN