INDORAYATODAY.COM – Presiden Prabowo Subianto menyoroti dominasi kapal berbendera asing dalam arus pengiriman barang logistik di Indonesia.
Kepala Negara mendorong agar potensi tersebut dapat dialihkan kepada armada laut nasional guna memperkuat kemandirian maritim Indonesia.
Chief Executive Officer (CEO) Daya Anagata Nusantara (Danantara), Rosan Roeslani, mengungkapkan bahwa Presiden memberikan perhatian khusus terkait fakta bahwa mayoritas pengiriman barang saat ini masih dikuasai oleh armada asing.
“Bicara bagaimana pengembangan dari armada kita. Yang di mana sekarang dilihat oleh Bapak Presiden, pengiriman barang-barang itu 95 persen berbendera asing,” ujar Rosan usai menemui Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan, Jakarta.
Rosan menjelaskan, Presiden Prabowo menginginkan adanya transformasi bertahap agar kapal-kapal yang melayani jalur logistik dan distribusi di Tanah Air dapat dialihkan menggunakan kapal berbendera Indonesia. Untuk itu, pemerintah tengah menyusun rencana strategis pengembangan armada maritim nasional.
“Bagaimana supaya ini ke depannya juga supaya bisa berbendera Indonesia, dan diminta rencana pengembangannya itu seperti apa,” lanjutnya.
Guna merealisasikan target tersebut, pemerintah berencana mengoptimalkan dan meningkatkan kapasitas galangan kapal di dalam negeri, baik yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun sektor swasta nasional.
Langkah ini diharapkan dapat memacu industri manufaktur perkapalan domestik agar mampu memproduksi kapal-kapal berkualitas tinggi yang memenuhi standar internasional.
“Kita ada galangan-galangan kapal, baik BUMN maupun swasta nasional, yang selama ini kita ingin tingkatkan dan majukan. Sehingga pembuatan kapal-kapal itu bisa dilakukan di Indonesia dengan standar internasional yang baik,” pungkas Rosan.

Tinggalkan Balasan