DEPOK, INDORAYA TODAY – Depok terus memperkuat sistem pengelolaan sampah yang lebih modern dan terintegrasi.

Kawasan Beji kini dijadikan sebagai wilayah percontohan pengembangan teknologi pengolahan sampah.

Program ini menjadi bagian dari upaya menekan timbunan sampah yang mencapai sekitar 1.300 ton per hari di Depok.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok, Reni Siti Nuraeni, menegaskan persoalan sampah sudah menjadi isu strategis daerah.

“Pengelolaan sampah bukan hanya soal kebersihan, tetapi juga menyangkut kesehatan, lingkungan, hingga beban fiskal daerah,” ujarnya, dalam peresmian Gedung dan Alat TPS 3R Jalan Jawa, Beji, Sabtu (13/6/2026).

Menurut dia, revitalisasi TPS 3R Jalan Jawa di Beji merupakan hasil kolaborasi Pemkot Depok dengan WWF Indonesia melalui program Plastic Smart Cities.

“Ini adalah bentuk nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan,” kata Reni.

Dalam proyek tersebut, TPS 3R kini dilengkapi mesin pengolahan sampah berbasis Refuse Derived Fuel (RDF).

Teknologi ini memungkinkan sampah campuran diproses menjadi bahan bakar alternatif untuk industri.

Proses pengolahan menggunakan sistem mekanis berbasis listrik tanpa pembakaran langsung, sehingga lebih ramah lingkungan.

Reni menyebut kapasitas pengolahan fasilitas tersebut mencapai 8–10 ton sampah per hari dalam kondisi optimal.

Selain peralatan utama, Pemkot Depok juga menerima dukungan sarana seperti conveyor, turbosparator, hingga instalasi listrik berkapasitas besar.

Revitalisasi TPS 3R ini dilaksanakan bertahap sejak September hingga Desember 2025 dan mulai dioperasikan pada 2026.

“Harapan kami, fasilitas ini meningkatkan kenyamanan petugas dan masyarakat serta mengurangi beban TPA,” ujarnya.

Ia juga mengajak warga Beji untuk memperkuat pemilahan sampah dari rumah masing-masing.

“Pengurangan sampah harus dimulai dari sumbernya. Ini kunci utama,” tegas Reni.

BACA JUGA:  Cara Mudah Warga Depok Kontrol Tagihan Listrik Lewat SWACAM PLN

DLHK Depok mengapresiasi dukungan WWF Indonesia, perangkat daerah, komunitas, hingga Wali Kota Depok atas terwujudnya program ini.

“Ini adalah kerja bersama. Tanpa kolaborasi, pengelolaan sampah tidak akan optimal,” katanya.

Dengan Beji sebagai percontohan, Pemkot Depok berharap sistem pengelolaan sampah berbasis teknologi dapat diperluas ke wilayah lain.