DEPOK, INDORAYA TODAY – Dewan Kebudayaan Daerah (DKD) Kota Depok menyoroti besarnya potensi wisata sejarah yang dimiliki Kota Depok. Potensi itu dinilai mampu menjadi kekuatan baru untuk menggerakkan ekonomi masyarakat.
Ketua DKD Kota Depok sekaligus anggota DPR RI, Nuroji, menilai kawasan heritage di Depok memiliki nilai sejarah yang sangat kuat.
Menurut dia, kegiatan seperti Depok Heritage Festival harus terus digelar agar kawasan bersejarah semakin hidup dan dikenal publik.
“Harus ada event-event seperti ini, jadul-jadulan di kawasan heritage,” kata Nuroji saat menghadiri festival Heritage Depok Lama di Jalan Pemuda, Pancoran Mas, Sabtu (27/6/2028).
Ia menilai kekuatan utama kawasan tersebut terletak pada karakter bangunan tua yang masih terjaga.
Karena itu, DKD mendorong perbaikan infrastruktur pendukung seperti trotoar, akses jalan, hingga penataan lingkungan.
Nuroji menegaskan revitalisasi kawasan tidak boleh menghilangkan identitas sejarah yang melekat pada bangunan-bangunan lama.
Bangunan heritage, kata dia, bisa dimanfaatkan menjadi kafe, ruang kreatif, hingga pusat kuliner, tetapi struktur aslinya wajib dipertahankan.
Ia mencontohkan keberhasilan kawasan Semarang, khususnya Kota Lama, yang berhasil berkembang menjadi destinasi wisata populer.
Menurutnya, penataan heritage yang baik akan memunculkan efek domino bagi ekonomi, pariwisata, hingga sektor kuliner.
DKD juga melihat kawasan bersejarah di Depok dapat menjadi panggung ekspresi bagi para seniman lokal.
Nuroji menyebut potensi heritage di Depok tidak hanya berada di Depok Lama.
Wilayah seperti Harjamukti, Pancoran Mas, hingga Tapos juga disebut menyimpan jejak sejarah yang kuat.
Potensi itu, lanjut dia, bahkan bisa dikembangkan menjadi paket wisata terpadu antara sejarah dan religi.
Salah satu contohnya ialah keberadaan masjid tua di kawasan Mampang yang dinilai layak dikembangkan sebagai destinasi wisata religi.
DKD menilai kekuatan terbesar Depok justru terletak pada komunitas Kaum Depok yang hingga kini masih solid menjaga warisan leluhur.
Menurut Nuroji, keberadaan komunitas yang masih hidup membuat narasi sejarah Depok lebih kaya karena story telling-nya tetap terjaga.
“Ini kelebihannya. Aset komunitas ini harus menjadi modal pembangunan ekonomi sekaligus menjaga warisan sejarah,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan