INDORAYATODAY.COM, DEPOK – Yayasan Lembaga Cornelis Chastelein (YLCC) menyebut keberadaan Kaoem Depok sebagai living heritage atau warisan hidup yang telah bertahan selama 312 tahun. Keberadaan komunitas tersebut dinilai menjadi bagian penting dari sejarah sekaligus identitas Kota Depok yang masih terjaga hingga saat ini.

Ketua Umum YLCC, Revelino Isakh, mengatakan Festival Heritage Depok Lama menjadi momentum untuk memperkenalkan kembali sejarah Kaoem Depok kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

Menurutnya, tujuan utama penyelenggaraan festival bukan sekadar menghadirkan hiburan, tetapi juga mengajak masyarakat memahami perjalanan panjang sejarah Depok yang masih hidup hingga sekarang.

Revelino menjelaskan sejarah Kaoem Depok berawal ketika Cornelis Chastelein membeli tanah Depok, kemudian memerdekakan para budak yang dimilikinya dan mewariskan tanah tersebut kepada mereka.

Warisan sejarah itu, kata dia, terus hidup hingga kini karena komunitas keturunannya masih eksis dan menjaga identitas sejarah yang telah berlangsung selama lebih dari tiga abad.

“Kita bersyukur bahwa warisan Cornelis Chastelein, saat membeli tanah Depok, memerdekakan budaknya, lalu mewariskan tanah Depok itu, masih bisa kita rasakan hingga hari ini. Sudah 312 tahun eksistensi kita masih ada. Inilah yang kami sebut sebagai living heritage,” ujar Revelino usai pembukaan Festival Heritage Depok Lama, Sabtu (27/6/2026).

Menurutnya, tidak banyak daerah yang masih memiliki komunitas sejarah yang tetap hidup dan berkembang hingga saat ini.

“Orang-orangnya masih ada, sejarahnya masih ada. Ini mungkin menjadi salah satu living heritage yang masih bertahan,” katanya.

Revelino berharap Festival Heritage Depok Lama dapat menjadi ruang edukasi untuk memperkenalkan sejarah Kota Depok kepada masyarakat luas, terutama generasi muda.

Ia menilai pelestarian sejarah tidak cukup hanya melalui bangunan atau benda bersejarah, tetapi juga dengan menjaga nilai-nilai, tradisi, dan perjalanan komunitas yang masih hidup hingga sekarang.

BACA JUGA:  Bupati Bogor Dorong Implementasi Program Satu Desa Satu Sarjana

Karena itu, Festival Heritage Depok Lama diharapkan menjadi agenda yang mampu memperkuat kesadaran masyarakat bahwa sejarah Kaoem Depok merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan Kota Depok.

Revelino juga mengapresiasi kolaborasi antara YLCC dan Pemerintah Kota Depok dalam penyelenggaraan Festival Heritage Depok Lama yang untuk pertama kalinya digelar bersama.

Menurutnya, sinergi tersebut menjadi langkah penting dalam memperkuat pelestarian sejarah dan budaya lokal.

“Baru tahun ini terjadi seperti ini. Kami berharap kolaborasi dengan Pemerintah Kota Depok dapat terus berlanjut sehingga sejarah ini tetap terjaga dan semakin dikenal masyarakat,” ujarnya.