INDORAYATODAY.COM, JAKARTA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) disebut mulai menunjukkan dampak positif terhadap kondisi gizi anak-anak Indonesia. Berdasarkan hasil survei Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, persentase anak yang mengalami lapar menurun, sementara tingkat kenyang dan konsumsi buah meningkat setelah program berjalan.
Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah RI Hariqo Wibawa Satria mengatakan hasil survei tersebut menjadi salah satu indikator awal pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang kini terus diperluas pemerintah.
“Bappenas di surveinya menyebutkan, sebelum MBG, persen anak-anak itu lapar, sekarang sudah turun menjadi 16 persen. Kemudian, anak-anak yang kenyang sebelum MBG itu 43 persen, sekarang naik menjadi 84 persen. Kemudian, konsumsi buah naik dari 26 persen menjadi 84 persen,” kata Hariqo di Jakarta, Sabtu (27/6/2026).
Menurut Hariqo, hasil survei tersebut menunjukkan Program MBG mulai memberikan manfaat terhadap pemenuhan gizi anak. Namun, ia mengakui pelaksanaannya masih terus dievaluasi agar semakin efektif dan tepat sasaran.
Ia mencontohkan, pemerintah kini tidak lagi menerapkan skema yang sama untuk seluruh dapur penyedia makanan bergizi, melainkan menyesuaikannya dengan jumlah penerima manfaat di masing-masing wilayah.
“Dulu setiap dapur Rp6 juta, sekarang dievaluasi, tidak harus semua dapur Rp6 juta, tergantung jumlah penerima manfaatnya. Pasti banyak yang tidak senang. Buktinya ada beberapa mitra yang komplain dengan pemberhentian MBG sementara. Tapi inilah konsekuensi dari perbaikan dan perbaikan itu harus dijalankan,” ujarnya.
Hariqo menjelaskan Program MBG merupakan salah satu kebijakan pemerintah dalam menyiapkan sumber daya manusia Indonesia menuju 2045.
Selain MBG, pemerintah juga menjalankan berbagai program lain seperti rehabilitasi sekolah, Sekolah Rakyat, serta perlindungan anak melalui pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun.
Menurutnya, berbagai program tersebut diarahkan untuk mendukung visi Presiden Prabowo Subianto agar anak-anak Indonesia tumbuh sehat, cerdas, dan mampu bersaing di masa depan.

Tinggalkan Balasan