INDORAYATODAY.COM, DEPOK – Yayasan Lembaga Cornelis Chastelein (YLCC) mengapresiasi komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Depok di bawah kepemimpinan Wali Kota Supian Suri dalam mendukung pelestarian sejarah dan budaya lokal. Hal itu ditandai dengan penyelenggaraan Festival Heritage Depok Lama yang untuk pertama kalinya digelar melalui kolaborasi antara Pemkot Depok dan YLCC.
Ketua Umum YLCC, Revelino Isakh, mengatakan kolaborasi tersebut menjadi momentum penting dalam perjalanan pelestarian warisan sejarah Kaum Depok.
“Karena ini adalah satu sejarah, kita bisa melaksanakannya bersama-sama dengan Pemerintah Kota. Ini menjadi bentuk sinergi dan kolaborasi. Baru tahun ini terjadi seperti ini dan kami berharap ke depan bisa terus bersinergi dengan Pemkot sehingga sejarah itu tetap terjaga,” ujar Revelino usai pembukaan Festival Heritage Depok Lama, Sabtu (27/6/2026).
Menurut Revelino, pemerintah daerah memang memiliki peran penting dalam merangkul seluruh elemen masyarakat, termasuk komunitas yang memiliki nilai sejarah dan budaya.
Ia menilai langkah yang dilakukan Pemerintah Kota Depok saat ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam merawat identitas daerah melalui kolaborasi dengan berbagai komunitas.
“Memang sudah seharusnya seperti ini. Pemerintah kota hadir untuk semua masyarakatnya, termasuk masyarakat yang memiliki sejarah, budaya, dan identitas. Semua diserap oleh Pemkot, kemudian kita bersinergi sehingga melahirkan hal-hal baru yang menjadi kenangan sekaligus keberhasilan pemerintah dalam hadir di tengah masyarakat,” katanya.
Di luar penyelenggaraan festival, Revelino mengatakan YLCC ingin memperkenalkan Depok sebagai living heritage, yaitu warisan sejarah yang masih hidup hingga saat ini.
Menurutnya, sejarah Cornelis Chastelein yang membebaskan para budak dan mewariskan tanah kepada mereka telah melahirkan komunitas yang tetap bertahan selama lebih dari tiga abad.
“Kita bersyukur bahwa warisan Cornelis Chastelein masih bisa kita jaga. Hari ini sudah 312 tahun eksistensi itu tetap ada. Orang-orangnya masih ada, sejarahnya masih ada. Inilah yang kami sebut sebagai living heritage,” ujarnya.
Ia berharap Festival Heritage Depok Lama menjadi awal dari upaya yang lebih besar untuk memperkenalkan sejarah dan budaya Kota Depok kepada masyarakat luas sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan komunitas pelestari sejarah. ***

Tinggalkan Balasan