INDORAYATODAY.COM, DEPOK – Universitas Indonesia (UI) kembali melahirkan inovasi di bidang infrastruktur melalui riset yang memanfaatkan sumber daya lokal. Lulusan Program Doktor Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan Fakultas Teknik UI, Andi Muhammad Ifrad, berhasil mengembangkan campuran aspal termodifikasi berbahan aspal alam Pulau Buton dan limbah oli bekas yang berpotensi menghasilkan perkerasan jalan lebih kuat, tahan lama, dan ramah lingkungan.

Inovasi tersebut dipaparkan Andi dalam sidang terbuka promosi doktor melalui disertasi berjudul Response Surface Methodology dalam Pemodelan Karakteristik Reologi Aspal Alam Pulau Buton Termodifikasi Berdasarkan Tinjauan Rutting dan Modulus Resilien.

Berkat riset itu, Andi meraih gelar doktor dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 4,00 dan predikat Summa Cum Laude. Ia juga tercatat sebagai doktor ke-92 di Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan serta doktor ke-661 di Fakultas Teknik UI.

Dekan Fakultas Teknik UI, Prof. Kemas Ridwan Kurniawan, mengatakan penelitian tersebut menunjukkan bagaimana potensi sumber daya lokal dapat dikembangkan menjadi solusi rekayasa yang memberikan manfaat nyata bagi pembangunan nasional.

“Penelitian ini merupakan contoh nyata bagaimana sumber daya lokal Indonesia diolah menjadi solusi rekayasa yang inovatif dan berkelanjutan. FTUI terus mendorong riset-riset yang tidak hanya memberikan kontribusi ilmiah, tetapi juga berdampak langsung bagi kemandirian industri konstruksi, penguatan daya saing bangsa, serta pembangunan infrastruktur yang lebih efisien dan berkelanjutan,” ujarnya.

Indonesia diketahui memiliki cadangan aspal alam yang melimpah di Pulau Buton. Namun, pemanfaatannya dinilai belum optimal sehingga masih bergantung pada material impor.

Melalui penelitiannya, Andi memadukan aspal Buton dengan aditif elastomerik dan limbah oli bekas. Kombinasi tersebut dirancang untuk meningkatkan fleksibilitas, stabilitas, serta ketahanan aspal terhadap deformasi akibat beban lalu lintas dan suhu tinggi.

BACA JUGA:  Main Catur Lawan Prabowo, Raffi Ahmad Gak Kuat Sampai 'Tepok Jidat'

“Lewat penelitian ini, saya ingin menunjukkan bahwa aspal alam Pulau Buton memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai material unggulan nasional. Inovasi ini tidak hanya mampu meningkatkan performa perkerasan jalan sehingga lebih tahan lama dan menekan biaya pemeliharaan, tetapi juga mendukung prinsip keberlanjutan melalui pemanfaatan sumber daya lokal dan penerapan ekonomi sirkular dengan mendaur ulang limbah oli bekas,” kata Andi.

Selain mengembangkan material baru, penelitian ini juga mengintegrasikan pengujian laboratorium dengan simulasi berbasis Finite Element Method (FEM). Pendekatan tersebut memungkinkan prediksi kinerja campuran aspal terhadap beban berulang dilakukan dengan tingkat akurasi yang lebih tinggi.

Ketua Sidang Promosi Doktor, Prof. Akhmad Herman Yuwono, menilai hasil penelitian tersebut dapat menjadi referensi dalam pengembangan teknologi perkerasan jalan yang lebih adaptif dan efisien.

Menurutnya, inovasi ini menjadi bukti komitmen Universitas Indonesia dalam menghasilkan riset yang tidak hanya memperkaya ilmu pengetahuan, tetapi juga mendukung penguatan industri konstruksi nasional melalui pemanfaatan sumber daya dalam negeri.