INDORAYATODAY.COM – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menegaskan komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam berpihak kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Keberpihakan ini diwujudkan melalui paket lengkap Program Bedah Rumah atau Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), penurunan suku bunga PT PNM, hingga program KUR Perumahan.
“Ini semua paket lengkap dan target penerimanya adalah MBR, sehingga tidak hanya membangun rumahnya tetapi juga perekonomiannya,” ujar pria yang akrab disapa Ara tersebut di Kota Batu, Jawa Timur, Rabu.
Menteri Ara mengungkapkan, pemerintah secara signifikan mendongkrak kuota Program BSPS pada tahun ini menjadi 400.000 unit, melonjak tajam dibanding kuota tahun 2025 yang hanya 45.000 unit.
Indikator kesuksesan program BSPS ini difokuskan untuk menyulap rumah tidak layak huni menjadi layak huni bagi MBR.
Selain itu, kemudahan pembiayaan juga turut dihadirkan negara lewat sejumlah stimulus fiskal dan pelonggaran kredit:
KUR Perumahan: Tanpa beban jaminan untuk plafon di bawah Rp 100 juta, dengan bunga ringan 0,5% per bulan atau 6% per tahun.
Suku Bunga PNM: Dipangkas turun menjadi sebesar 8%.
Insentif Pajak & Perizinan: Pembebasan biaya Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) serta Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) menjadi gratis.
Dalam kunjungan kerja tersebut, Menteri Ara turut didampingi oleh Ketua Satgas Perumahan Hashim Djojohadikusumo. Hashim menambahkan bahwa program perumahan ini akan semakin diperkuat oleh program strategis nasional lainnya.
“Ada program sertifikasi gratis. Harapannya, pemerintah setiap tahun bisa membagikan sertifikat gratis kepada 2 juta kepala keluarga, khusus untuk MBR,” pungkas Hashim.

Tinggalkan Balasan