INDORAYATODAY.COM – Film biografi sang Raja Pop, Michael, sukses mencetak sejarah baru dalam industri sinema global. Meski sempat menuai kontroversi dan kritik tajam karena dinilai terlalu “bersih” dalam menggambarkan kehidupan pribadi Michael Jackson, film ini tetap perkasa mendominasi box office dunia.

Dilansir dari Anadolu Agency, Jumat (3/7/2026), film Michael berhasil membukukan pendapatan fantastis sebesar 977 juta dolar AS (sekitar Rp 15,9 triliun) di seluruh dunia. Capaian luar biasa ini resmi melampaui rekor film Oppenheimer karya Christopher Nolan yang mengantongi 976 juta dolar AS saat dirilis pada 2023 lalu.

Dengan angka tersebut, film garapan sutradara Antoine Fuqua ini sah dinobatkan sebagai film biografi dengan pendapatan tertinggi sepanjang sejarah perfilman dunia. Sebelum menggeser Oppenheimer, Michael lebih dulu menumbangkan Bohemian Rhapsody sebagai biopik musikal terlaris. Sejak pertama kali rilis pada April 2026, film ini langsung menggebrak dengan raihan 217 juta dolar AS hanya pada pekan pertama penayangannya.

Sinema berdurasi panjang ini mengupas tuntas perjalanan hidup Michael Jackson, mulai dari masa kecilnya bersama grup Jackson 5 hingga bertransformasi menjadi ikon musik paling berpengaruh di dunia.

Menariknya, karakter utama Michael Jackson diperankan secara apik oleh keponakan kandungnya sendiri, Jaafar Jackson. Film produksi Lionsgate ini juga diperkuat oleh jajaran aktor berkelas seperti Colman Domingo dan Nia Long yang didapuk memerankan kedua orang tua sang legenda.

Kesuksesan komersial ini tidak hanya menempatkan Michael di puncak genre biopik, tetapi juga menjadikannya sebagai film dengan pendapatan terbesar sepanjang sejarah studio Lionsgate, menggeser posisi The Hunger Games: Catching Fire.

Kendati meledak di pasaran, Michael memicu perdebatan sengit di kalangan kritikus film. Di satu sisi, para pengamat memuji habis-habisan totalitas akting Jaafar Jackson yang dinilai sangat presisi dalam meniru gaya panggung, koreografi ikonis, hingga gestur konser sang paman. Penggunaan rekaman vokal asli Michael Jackson juga menjadi poin plus yang menghidupkan roh film ini.

BACA JUGA:  OJK Ingatkan Bahaya Love Scamming, Kerugian Mencapai Rp 49 Miliar

Namun di sisi lain, film ini mendapat rapor merah dari sejumlah pengulas karena dianggap sengaja memoles citra sang musisi. Michael dinilai menutup mata dan enggan membahas rentetan tuduhan pelecehan seksual terhadap anak yang sempat membayangi akhir karier sang mega bintang.

Sejumlah laporan media menyebutkan bahwa adegan-adegan sensitif terkait tuduhan hukum tersebut sengaja dipangkas selama proses produksi lantaran terbentur persoalan hukum dan perjanjian kerahasiaan (non-disclosure agreement) masa lalu.

Meski begitu, suara penonton berbanding terbalik dengan para kritikus. Respons pencinta film dan fans fanatik di berbagai platform agregator ulasan justru sangat positif. Dukungan penuh dari pihak pengelola warisan (estate) Michael Jackson yang mengizinkan penggunaan aset vokal asli terbukti sukses menghadirkan pengalaman sinematik yang sangat autentik bagi para penggemar setianya di seluruh dunia.