INDORAYATODAY.COM, DEPOK – Pemerintah Kota Depok menunda sementara pelaksanaan program Wisata Keberagaman yang semula dijalankan melalui Dana Kelurahan Berbasis RW Tahun 2026. Keputusan tersebut diambil untuk memberikan ruang evaluasi terhadap pelaksanaan program, termasuk dari sisi keamanan, substansi kegiatan, hingga mekanisme pelaksanaannya.

Wakil Wali Kota Depok Chandra Rahmansyah mengatakan keputusan penundaan diambil setelah pembahasan bersama jajaran pemerintah daerah dan arahan dari Wali Kota Depok, Supian Suri.

Menurut Chandra, evaluasi akan dilakukan terhadap seluruh aspek pelaksanaan program agar kegiatan yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus meminimalkan potensi persoalan di lapangan.

“Berdasarkan diskusi kami semalam dan kami sudah mendapatkan arahan dari Bapak Wali Kota, saya meminta kepada seluruh RW di Kota Depok, sementara kita tunda dulu kegiatan Wisata Keberagaman. Bagi yang belum berangkat, kita akan melakukan evaluasi terhadap kegiatan ini dari berbagai aspek, terutama dari aspek keamanan,” ujar Chandra.

Senada dengan itu, Sekretaris Daerah Kota Depok, Mangnguluang Mansur, menegaskan penundaan dilakukan sebagai langkah antisipatif agar pelaksanaan program dapat berjalan lebih baik setelah melalui proses evaluasi.

“Seperti yang sudah disampaikan Pak Wakil, jadi untuk sementara kegiatan Wisata Keberagaman ini akan ditunda dulu agar kita evaluasi, agar tidak terjadi lagi hal-hal yang tidak kita inginkan,” kata Mangnguluang.

Pemerintah Kota Depok menyatakan evaluasi akan mencakup substansi program, mekanisme pelaksanaan, serta berbagai masukan yang disampaikan masyarakat. Langkah tersebut disebut sebagai bentuk komitmen pemerintah untuk memastikan setiap program dilaksanakan secara tepat sasaran dan memberikan manfaat yang optimal.

Program Wisata Keberagaman merupakan salah satu program unggulan Pemerintah Kota Depok di bawah kepemimpinan Wali Kota Supian Suri dan Wakil Wali Kota Chandra Rahmansyah. Program tersebut dirancang untuk memperkuat kohesi sosial di tengah masyarakat Depok yang memiliki latar belakang budaya dan agama yang beragam.

BACA JUGA:  PLN Hadirkan 13 Titik SPKLU di Depok, Mudahkan Warga Isi Daya Kendaraan Listrik

Konsep awal program lahir dari tingginya minat masyarakat terhadap wisata religi, khususnya kelompok pengajian yang kerap mengunjungi berbagai situs sejarah Islam. Dalam penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), konsep tersebut kemudian diperluas menjadi kegiatan yang lebih inklusif dengan melibatkan seluruh unsur masyarakat.

Sebelum diputuskan ditunda sementara, Wisata Keberagaman telah masuk sebagai salah satu menu dalam Dana Kelurahan Berbasis RW Tahun 2026. Pelaksanaannya dirancang menyesuaikan kebutuhan masing-masing wilayah melalui mekanisme pengajuan di tingkat kelurahan. Pemerintah Kota Depok memastikan hasil evaluasi akan menjadi dasar penyempurnaan program sebelum kembali dilaksanakan.