INDORAYATODAY.COM, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah harus menuntaskan persoalan mendasar, mulai dari kesejahteraan guru hingga kebocoran ekonomi yang dinilai merugikan negara.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin, dalam rangka evaluasi kinerja pemerintahan selama sekitar 18 bulan.

Presiden mengatakan pemerintah memahami berbagai persoalan yang masih dihadapi masyarakat, termasuk rendahnya kesejahteraan guru, terbatasnya lapangan pekerjaan, hingga masih adanya kemiskinan ekstrem di sejumlah daerah.

“Kita paham, seluruh bangsa paham bahwa gaji guru-guru kita kurang, kita paham bahwa lapangan kerja kita kurang, kita paham masih banyak kemiskinan ekstrem, kita paham ini semua masalah kita paham,” kata Prabowo.

Menurut Kepala Negara, seluruh persoalan tersebut merupakan tantangan yang harus dihadapi dan diselesaikan oleh pemerintah, bukan untuk dihindari.

Ia menegaskan mandat yang diberikan rakyat kepada pemerintah adalah mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi bangsa.

Prabowo mengaku baru memahami besarnya tantangan tersebut setelah memimpin pemerintahan. Salah satu persoalan yang menjadi perhatian ialah kebocoran ekonomi yang disebut telah berlangsung dalam waktu lama.

Menurut dia, praktik tersebut membuat Indonesia kehilangan potensi manfaat dari kekayaan sumber daya alam yang seharusnya dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan masyarakat.

“Terjadi suatu distorsi terhadap perekonomian kita, telah terjadi mengalir keluar kekayaan kita secara signifikan ribuan triliun, ratusan miliar dolar tiap tahun,” ujarnya.

Presiden menilai kebocoran ekonomi dalam skala besar tidak boleh dibiarkan terus berlangsung karena akan memengaruhi kemampuan negara dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ia mengatakan sumber daya yang hilang akibat kebocoran tersebut seharusnya dapat dimanfaatkan untuk mendukung berbagai program pembangunan, termasuk mengatasi persoalan kemiskinan, memperluas lapangan kerja, dan meningkatkan kualitas layanan publik.

BACA JUGA:  Presiden Prabowo Gelar Bazar Rakyat di Monas, 100 Ribu Kupon Sembako Dibagikan

“Kalau kebocoran ratusan miliar dolar kekayaan Indonesia dibiarkan terus keluar, kita bisa bayangkan nasib bangsa kita seperti apa. Karena itu, saya ingatkan kita diberi mandat untuk menyelesaikan masalah,” kata Prabowo.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden juga menyampaikan pemerintah telah berhasil menyelesaikan lebih dari 100 persoalan strategis selama sekitar 18 bulan pertama masa pemerintahan. Menurutnya, capaian tersebut menjadi modal untuk terus memperbaiki pelayanan kepada masyarakat.

Sidang Kabinet Paripurna pertengahan tahun digelar sebagai forum evaluasi kinerja Kabinet Merah Putih menjelang pidato kenegaraan Presiden pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Dalam forum tersebut, Prabowo memaparkan sejumlah capaian sekaligus tantangan pemerintah di sektor ekonomi, pangan, dan kesejahteraan masyarakat. ***