INDORAYATODAY.COM – Pemerintah Iran menyatakan telah menerima usulan dari sejumlah pihak mediator guna meredakan eskalasi konflik dan ketegangan militer dengan Amerika Serikat (AS). Saat ini, Teheran tengah meninjau secara mendalam poin-poin usulan tersebut sembari menegaskan komitmennya pada jalur diplomasi.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, mengonfirmasi bahwa para mediator internasional terus bekerja keras mencegah memuncaknya konflik bersenjata antara kedua negara.

“Kami telah menerima usulan melalui para mediator, tetapi tidak akan membahas detailnya pada tahap ini,” ujar Baghaei dalam konferensi pers yang disiarkan stasiun televisi pemerintah IRIB, Senin (20/7/2026).

Baghaei menekankan bahwa korps diplomatik Iran akan terus berjalan selaras dengan kekuatan pertahanan militer negara dalam menjaga kedaulatan wilayah.

“Sementara angkatan bersenjata kita menanggapi dengan tegas dan cepat terhadap sumber agresi Amerika, diplomasi sepenuhnya menyadari tugasnya dan tidak akan mengabaikan upaya apa pun dalam memenuhinya,” tegasnya.

Pengawasan Ketat di Selat Hormuz Di samping membuka peluang mediasi, Pemerintah Iran menegaskan komitmennya untuk berkolaborasi dengan Oman dalam mengamankan jalur pelayaran vital di Selat Hormuz dari berbagai bentuk ancaman keamanan. Langkah ini diambil guna memastikan kedaulatan wilayah laut Iran tetap terjaga penuh.

Ketegangan di jalur perdagangan strategis tersebut kembali memuncak sepanjang pekan lalu, memicu aksi saling balas serangan antara militer AS dan Iran. Padahal, bulan lalu kedua belah pihak sempat menyepakati nota kesepahaman yang dimediasi oleh Pakistan untuk menghentikan pertikaian.

Bantah Klaim Pembebasan Tahanan AS Dalam kesempatan yang sama, Baghaei turut meluruskan sekaligus membantah klaim Presiden AS Donald Trump mengenai pembebasan seorang warga negara Amerika Serikat yang sebelumnya dituduh melakukan tindak pidana spionase.

BACA JUGA:  Presiden Prabowo Pantau Ketat Konflik Iran-Israel, Keselamatan WNI Jadi Prioritas Utama

“Individu yang dimaksud bukanlah tahanan dan tidak didakwa dengan spionase,” ujar Baghaei mengklarifikasi pernyataan peradilan Iran.

Sebelumnya, Trump sempat mengunggah pernyataan melalui platform Truth Social yang menyebutkan bahwa Iran telah membebaskan seorang warga AS yang ditahan sejak Desember 2024, serta menyampaikan apresiasinya atas itikad baik Teheran tersebut. Namun, pihak diplomasi Iran menegaskan informasi penahanan dan pembebasan spektakuler yang disampaikan pihak Gedung Putih tidak sesuai dengan fakta hukum di lapangan.