DEPOK, INDORAYATODAY.COM – Pemerintah Kota Depok terus memperluas akses pendidikan gratis bagi masyarakat melalui berbagai program strategis.

Komitmen tersebut ditegaskan Wali Kota Depok, Supian Suri, saat membuka Program Digital Leadership Academy (DLA) TVRI di Kantor Pusat Pendidikan dan Pelatihan LPP TVRI, Sukmajaya, Senin (3/8/2026).

Selain memperluas sekolah gratis, Pemkot Depok juga menargetkan 500 mahasiswa menerima bantuan melalui Pusat Layanan Beasiswa.

Supian menegaskan, keterbatasan sekolah negeri tidak boleh menghambat anak-anak memperoleh pendidikan yang layak.

Karena itu, Pemkot Depok menggandeng 52 sekolah swasta jenjang SMP dan madrasah tsanawiyah.

Seluruh biaya pendidikan peserta program tersebut ditanggung Pemerintah Kota Depok.

“Kami memiliki semangat yang sama memberikan kebaikan di bidang pendidikan. Karena keterbatasan sekolah negeri, kami bekerja sama dengan 52 sekolah swasta setingkat SMP dan madrasah tsanawiyah dengan pembiayaan sepenuhnya ditanggung Pemerintah Kota Depok,” kata Supian Suri, dilansir dari situs resmi Pemkot Depok.

Perluasan pendidikan gratis juga dilakukan pada jenjang pendidikan anak usia dini.

Saat ini, Kota Depok baru memiliki dua taman kanak-kanak negeri.

Untuk memperluas jangkauan layanan, Pemkot Depok menggandeng 22 PAUD dan TK swasta.

Seluruh biaya pendidikan dalam program tersebut juga ditanggung pemerintah daerah.

“Kami juga berkewajiban memberikan perhatian kepada pendidikan PAUD dan TK. Karena TK negeri di Depok baru ada dua, kami bekerja sama dengan 22 PAUD dan TK swasta yang pembiayaannya juga ditanggung Pemerintah Kota Depok,” ujarnya.

Menurut Supian, langkah tersebut diambil agar lebih banyak anak memperoleh pendidikan berkualitas sejak usia dini.

Pemkot juga memperkuat dukungan bagi masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Melalui Pusat Layanan Beasiswa, masyarakat akan memperoleh informasi sekaligus pendampingan mengakses berbagai program beasiswa.

BACA JUGA:  Banjir Bandang Sumatera, Ini Aksi Cepat Pegawai Tirta Asasta Depok

Layanan tersebut mencakup beasiswa dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, maupun lembaga lainnya.

“Memang kewenangan pemerintah kota hanya sampai jenjang PAUD, TK, SD, dan SMP. Namun banyak peluang beasiswa yang sebenarnya bisa dimanfaatkan masyarakat, hanya saja mereka sering tidak tahu harus mengakses melalui siapa,” jelasnya.

Karena itu, Pemkot Depok membentuk Pusat Layanan Beasiswa sebagai pusat informasi sekaligus pendampingan bagi calon penerima.

Program tersebut diharapkan membuka peluang lebih besar bagi pelajar Depok melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

“Kami membentuk Pusat Layanan Beasiswa untuk membantu anak-anak Depok mencari berbagai peluang beasiswa,” ucap Supian.

Pemkot Depok menargetkan sebanyak 500 mahasiswa memperoleh beasiswa sepanjang tahun ini.

“Target kami tahun ini ada 500 mahasiswa yang dapat memperoleh beasiswa, baik yang bersumber dari APBD Kota Depok maupun dari program pemerintah pusat yang telah dialokasikan untuk mahasiswa,” tuntas Supian.