DEPOK, INDORAYATODAY.COM – Persatuan Golf Indonesia (PGI) Kota Depok menargetkan sedikitnya 10.000 pelajar mendapatkan pemeriksaan mata sekaligus kacamata gratis.
Program sosial itu digelar bersama Yayasan Amal Mata Indonesia (YAMI).
Kegiatan tersebut menjadi rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI sekaligus Piala Wali Kota Golf yang berlangsung pada 11 Agustus 2026.
Ketua PGI Kota Depok, Hamzah, mengatakan program itu merupakan tindak lanjut arahan Wali Kota Depok agar PGI menghadirkan kegiatan sosial bagi masyarakat.
PGI kemudian menggandeng YAMI untuk memberikan pemeriksaan mata, lensa, dan bingkai kacamata secara cuma-cuma kepada pelajar.
“Hasil pemeriksaan, lensa, dan frame akan diberikan secara gratis. Seluruh pembiayaannya ditanggung PGI Kota Depok bersama dukungan para mitra,” kata Hamzah di sela bakti sosial di SDN Cilangkap 8, Kecamatan Tapos, Senin (3/8/2026).
Menurut Hamzah, PGI Kota Depok juga telah menandatangani nota kesepahaman dengan YAMI untuk memperluas layanan pemeriksaan mata di berbagai sekolah.
Sejumlah sekolah telah menjadi lokasi pemeriksaan.
Di antaranya SMP dan SMK Karya Putra Bangsa, SDN Tapos 4, serta SDN Cilangkap 8.
Seluruh hasil pemeriksaan akan ditindaklanjuti dengan pembagian kacamata pada 11 Agustus mendatang.
Penyerahan secara simbolis dijadwalkan dilakukan langsung oleh Wali Kota Depok Supian Suri di Telaga Golf.
Hamzah mengatakan, PGI kini menargetkan cakupan program yang jauh lebih besar.
Pihaknya membidik sedikitnya 10.000 pelajar di Kota Depok menerima kacamata gratis.
“Kami menghitung sedikitnya 10.000 siswa bisa mendapatkan kacamata lengkap dengan lensanya. Untuk mewujudkan itu kami akan mencari sponsor dan berbagai bentuk dukungan agar program ini terus berjalan,” ujarnya.
Hamzah mengungkapkan, selama pemeriksaan berlangsung masih ditemukan banyak siswa yang mengalami gangguan penglihatan cukup berat.
Bahkan ada pelajar dengan minus lima sehingga kesulitan melihat tulisan di papan tulis.
Menurutnya, kondisi itu berpotensi mengganggu proses belajar apabila tidak segera ditangani.
“Ada anak yang sudah minus lima dan tidak bisa melihat papan tulis dengan jelas. Karena itu PGI hadir membantu. Tagline kami sederhana, hal kecil tetapi dampaknya luar biasa bagi masa depan anak-anak,” tutur Hamzah.
Ia menambahkan, penyebab gangguan penglihatan pada anak dipengaruhi faktor keturunan, penggunaan gawai dalam jarak dekat, serta minimnya paparan sinar matahari.
Karena itu, PGI berharap orang tua dan sekolah ikut meningkatkan perhatian terhadap kesehatan mata anak.
Hamzah juga membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, BUMD, perbankan, hingga dunia usaha.
Menurut dia, kolaborasi menjadi kunci agar semakin banyak pelajar di Depok memperoleh layanan pemeriksaan mata dan kacamata gratis.

Tinggalkan Balasan