DEPOK, INDORAYATODAY.COM – Ketua Bunda PAUD Kota Depok, Siti Barkah Hasanah atau Cing Ikah, mengajak seluruh elemen masyarakat memastikan tidak ada anak Depok yang putus sekolah.
Ajakan itu disampaikan mulai dari tingkat kecamatan, kelurahan, hingga pengurus Rukun Warga (RW).
Cing Ikah menegaskan, pendidikan anak harus menjadi perhatian bersama sejak usia dini.
“Sekarang program wajib belajar bukan lagi hanya ke atas, tetapi juga ke bawah. Anak harus masuk PAUD satu tahun,” ujarnya.
Menurut Cing Ikah, kebijakan wajib belajar 13 tahun menjadi langkah penting dalam menyiapkan generasi emas Indonesia.
Karena itu, ia mengapresiasi peran camat, lurah, Bunda PAUD, kader PKK, serta seluruh unsur masyarakat.
Mereka dinilai terus bergerak mengajak warga agar menyekolahkan anak-anaknya sejak pendidikan usia dini.
“Mudah-mudahan anak-anak Depok menjadi generasi yang hebat, generasi yang cerdas, dan bisa meneruskan perjuangan kita,” katanya.
Cing Ikah menilai pendidikan sejak PAUD menjadi fondasi penting dalam membangun masa depan anak.
Ia pun mengaku bangga melihat anak-anak mulai berani menyampaikan cita-cita mereka.
“Ada yang ingin menjadi polisi, tentara, sampai dokter hewan. Ini membuktikan anak-anak harus kita siapkan dan sekolahkan sejak dini,” ucapnya.
Dalam kesempatan itu, Cing Ikah juga menyoroti komitmen Pemerintah Kota Depok dalam memperluas akses pendidikan.
Ia menyebut Wali Kota Depok Supian Suri telah merintis program PAUD gratis di 22 sekolah bagi masyarakat yang membutuhkan.
Selain itu, program SMP gratis juga telah dirintis di 52 sekolah di Kota Depok.
Menurutnya, keberadaan sekolah gratis harus menjadi peluang bagi seluruh anak Depok untuk tetap mengenyam pendidikan.
“Jadi tidak boleh ada lagi kalimat anak Depok tidak sekolah,” tegasnya.
Cing Ikah kemudian menitipkan pesan khusus kepada para camat dan lurah untuk aktif memantau kondisi pendidikan anak di wilayahnya.
Jika masih ditemukan anak yang tidak bersekolah, menurutnya, seluruh unsur wilayah harus bergerak mencari solusi.
“Saya titip kepada Pak Camat, Pak Lurah, termasuk Pak RW dan Bu RW, anak Depok harus sekolah,” tandasnya.
Ia mengajak seluruh pihak memperkuat kolaborasi untuk mewujudkan target zero Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kota Depok.
Menurut Cing Ikah, cita-cita besar membangun generasi hebat tidak akan terwujud tanpa kekompakan seluruh unsur masyarakat.
“Tidak akan sukses kita menciptakan generasi hebat kalau kita semua tidak kompak,” katanya.
Ia pun memberikan semangat kepada anak-anak Depok agar berani memiliki cita-cita setinggi mungkin.
Cing Ikah berharap anak-anak Depok kelak mampu menempuh pendidikan tinggi dan menjadi generasi yang membanggakan daerah maupun Indonesia.
“Bersama-sama kita sukseskan wajib belajar 13 tahun, satu tahun wajib masuk PAUD, menuju generasi emas dan zero ATS,” tuturnya.
Pernyataan tersebut disampaikan Cing Ikah saat menghadiri Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kelurahan Cimpaeun, Kecamatan Tapos, Selasa (25/8/2026).
Kegiatan tersebut turut dimeriahkan penampilan puluhan anak PAUD dari sejumlah satuan pendidikan di wilayah tersebut.

Tinggalkan Balasan