DEPOK, INDORAYATODAY.COM – Ribuan santri di Kota Depok turun ke jalan mengikuti Kirab Hari Santri Nasional (HSN) 2026, Rabu (21/10/2026).

Kirab berlangsung di kawasan Grand Depok City (GDC), Cilodong, dengan rute sekitar 1,5 kilometer.

Para santri berjalan dari Gedung Pramuka menuju Alun-Alun Kota Depok dengan membawa semangat perjuangan dan pendidikan.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Depok, Dede Supriatna, menegaskan Hari Santri memiliki misi besar bagi generasi muda.

Menurutnya, santri masa kini harus melanjutkan perjuangan bangsa melalui pendidikan, penguasaan teknologi, dan pengembangan ilmu pengetahuan.

“Santri hari ini menguatkan negeri dengan mengisi kemerdekaan, dengan belajar dan menuntut ilmu,” ujar Dede.

Dia mengatakan, Hari Santri bukan sekadar mengenang perjuangan ulama dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Momentum tersebut juga menjadi pengingat pentingnya menjaga nilai kebangsaan, termasuk Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Dede mengingatkan santri Depok agar menjunjung tinggi toleransi serta menolak kekerasan dan perundungan.

Menurutnya, karakter tersebut penting untuk menciptakan kehidupan masyarakat yang damai di tengah keberagaman.

Dia juga mengajak para santri untuk bersungguh-sungguh menuntut ilmu dan tidak terlena dengan kemudahan zaman.

“Belajarlah dengan sungguh-sungguh, jangan malas, dan jangan lengah. Sebab, penyesalan akan datang kepada orang yang bermalas-malasan,” tegasnya.

Dede optimistis santri yang kreatif, inovatif, dan mampu mengikuti perkembangan zaman dapat menjadi pemimpin masa depan Indonesia.

Karena itu, para santri didorong untuk memperkuat kemampuan diri sekaligus menjaga akhlak dan nilai kebangsaan.

Di sisi lain, Wali Kota Depok Supian Suri menyoroti pentingnya perlindungan santri di lingkungan pondok pesantren.

Dia menegaskan, pesantren harus menjadi tempat belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan maupun pelecehan seksual.

BACA JUGA:  Bupati Bogor Minta Operasional SPPG Ciherang Dihentikan Sementara

“Melalui Forum Pondok Pesantren, kita berkomitmen mewujudkan pondok pesantren yang aman dan nyaman bagi para santri,” kata Supian.

Pemkot Depok, lanjutnya, telah membangun komunikasi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Forum Pondok Pesantren.

Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperkuat silaturahmi, pengawasan, serta pencegahan tindakan yang mengancam keselamatan santri.

“Kita sudah berkomunikasi dengan MUI dan Forum Pondok Pesantren. Tim ini akan membangun komunikasi, silaturahmi, dan melakukan kontrol,” ujarnya.

Supian berharap, seluruh pihak ikut menjaga pesantren agar tetap menjadi ruang pendidikan agama dan pembentukan karakter yang tepercaya.

Peringatan HSN 2026 di Depok pun menjadi momentum untuk memperkuat dua hal penting, yakni kualitas pendidikan santri dan perlindungan mereka.

Hari Santri Nasional diperingati setiap 22 Oktober untuk mengenang peran santri dalam sejarah perjuangan bangsa sekaligus menegaskan kontribusi mereka bagi masa depan Indonesia.