INDORAYATODAY.COM, DEPOK – Pondok Pesantren (Ponpes) Arrahmaniyah di Kota Depok yang berdiri sejak 1948 terus berkembang hingga kini memiliki 11 unit pendidikan dari tingkat anak usia dini hingga perguruan tinggi.
Pengasuh Ponpes Arrahmaniyah, KH Ahmad Furqon, mengatakan lembaga pendidikan tersebut awalnya dirintis sebagai pesantren putri sebelum berkembang mengikuti kebutuhan pendidikan masyarakat.
Hal itu disampaikannya seusai kegiatan Temu Kangen Alumni Lintas Generasi dan Tasyakuran Hari Santri Nasional di Ponpes Arrahmaniyah, Jalan Masjid Al Ittihad, Bojong Pondok Terong, Kecamatan Cipayung, Minggu (25/10/2026).
Ahmad Furqon menjelaskan, Arrahmaniyah telah melewati perjalanan panjang dalam memberikan pendidikan keagamaan kepada masyarakat.
Ia menegaskan bahwa pesantren tersebut berdiri pada 1948 dan kini pengelolaannya telah memasuki generasi keempat.
“Pesantren ini sudah berdiri 1948. Kalau dihitung generasi, maka saya generasi keempat,” kata Ahmad Furqon.
Menurut dia, perkembangan pesantren berlangsung secara bertahap, termasuk melalui pembentukan yayasan yang menaungi berbagai jenjang pendidikan.
Saat ini, Arrahmaniyah memiliki 11 unit pendidikan, mulai dari Raudhatul Athfal (RA), madrasah ibtidaiyah, madrasah tsanawiyah, SMP, SMA, SMK, hingga pendidikan tinggi.
Ketua Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Arrahmaniyah Depok, Ujang Solahudin, menambahkan bahwa jumlah peserta didik di lingkungan yayasan mencapai sekitar 3.000 orang setiap tahun.
Meski terus berkembang, Ahmad Furqon menegaskan Arrahmaniyah tetap mempertahankan pendidikan keagamaan bercorak Salafiyah.
Menurut dia, pendekatan tersebut mengacu pada tradisi pengajaran para ulama terdahulu dengan tetap menyesuaikan metode pendidikan terhadap perkembangan zaman.
“Pesantren Al-Rahmaniyah tetap istiqomah. Istiqomah dalam arti memberikan pendidikan ala Salafiyah,” ujarnya.
Ia mengatakan, penggabungan tradisi pendidikan pesantren dengan pendekatan modern menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan lembaga.
Ujang menyebut Arrahmaniyah telah menghasilkan puluhan ribu alumni yang berkiprah dalam berbagai bidang pekerjaan.
Sebagian lulusan pendidikan guru agama pada masa lalu, menurut dia, menjadi tenaga pengajar di berbagai sekolah di wilayah Depok.
Selain bidang pendidikan, alumni juga bekerja di pemerintahan, dunia usaha, kepolisian, hingga TNI.
Salah satu alumni yang disebut Ujang adalah Mansur Pasaribu, yang menurut keterangannya menjabat sebagai Ketua PCNU di Bali.
Ahmad Furqon berharap para alumni terus berkontribusi dalam pengembangan pesantren sekaligus memperluas manfaat pendidikan bagi masyarakat.
Ia menekankan pentingnya kerja sama lintas generasi agar Arrahmaniyah tetap menjalankan perannya dalam memberikan pendidikan dan pemahaman keagamaan.

Tinggalkan Balasan