INDORAYATODAY.COM – Pemerintah menaikkan anggaran kesehatan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026 menjadi Rp244 triliun.

Angka tersebut naik 15,8 persen dari tahun sebelumnya, menandakan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan dan memperluas akses bagi masyarakat.

Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya di Sidang Tahunan MPR/DPR RI menyampaikan bahwa anggaran ini akan difokuskan pada upaya preventif.

“Anggaran kesehatan kita diutamakan untuk meringankan beban masyarakat, merevitalisasi rumah sakit, mempercepat penurunan stunting, bantuan gizi, mengendalikan penyakit menular, menurunkan TBC, serta melaksanakan cek kesehatan gratis,” kata Prabowo.

Menurutnya, langkah pencegahan ini bertujuan untuk menghemat uang negara dengan mencegah penyakit berkembang menjadi lebih parah.

Dari total alokasi, Rp123,2 triliun dikhususkan untuk layanan kesehatan masyarakat, termasuk subsidi iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sebesar Rp69 triliun untuk 96,8 juta penerima.

Selain itu, program makanan bergizi untuk ibu hamil dan balita mendapat alokasi Rp24,7 triliun. Pemerintah juga mengalokasikan dana untuk vaksinasi, skrining TBC, dan cek kesehatan gratis bagi jutaan warga.

Sektor infrastruktur kesehatan juga tak luput dari perhatian dengan alokasi Rp72,1 triliun. Dana ini akan digunakan untuk merevitalisasi rumah sakit daerah dan mendukung operasional puskesmas.

BACA JUGA:  Bertemu Putin, Prabowo Soroti Pentingnya Konsultasi Geopolitik