INDORAYATODAY.COM – Wali Kota Depok, Supian Suri, mendukung usulan DPRD Kota Depok untuk membentuk tiga Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) baru, yakni BUMD Pangan, BUMD Aset, dan BUMD Gas Perkotaan.
Usulan ini dianggap penting untuk mengatasi keterbatasan ruang gerak pemerintah kota dan meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).
“Usulan ini nanti mudah-mudahan ada kajian seperti apa urgensinya. Tapi secara umum, kalau saya melihat memang ini penting karena keterbatasan kita, terkait ruang, termasuk ketentuan yang berlaku akan lebih leluasa kalau kita punya BUMD baru,” ujar Supian Suri usai rapat Paripurna DPRD Kota Depok, Rabu (30/4/2025).
BUMD Pangan diusulkan untuk mengendalikan inflasi dan mengamankan stok pangan melalui kerja sama dengan daerah penghasil.
“Misalkan untuk kebutuhan telur, kita bisa kerjasama dengan Blitar atau pertanian dengan Karawang atau daerah-daerah lain, sehingga kita punya stok terhadap bahan kebutuhan masyarakat Kota Depok. Ini salah satu upaya kita, sehingga kita bisa mengendalikan inflasi di Kota Depok,” jelasnya.
BUMD Aset diharapkan mengelola aset daerah secara maksimal untuk meningkatkan PAD dan mendukung UMKM. “Kita berharap ini menjadi konsen, sehingga harapan kita setiap titik, meter, ruas yang dimiliki oleh aset benar-benar memiliki kemanfaatan.
Apakah itu menjadi optimalisasi terhadap peningkatan PAD atau setidaknya itu juga menjadi optimalisasi kemanfaatannya buat masyarakat,” tambah Supian.
Ia juga ingin aset daerah dimanfaatkan sebagai sentra UMKM. “Walaupun itu tidak berdampak langsung kepada pemerintah kota dalam konteks PAD, tapi setidaknya berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat,” paparnya.
Untuk BUMD Gas Perkotaan, Supian menyebut pihaknya akan menjajaki kerja sama dengan Pertamina Gas (Pertagas).
“Kita akan jajaki, apakah diperlukan untuk BUMD Gas Perkotaan atau memang cukup antara pemerintah kota dengan Pertamina Gas. Karena kalau melihat yang sudah berjalan di wilayah Beji sangat simpel. Cuma ditarik pipa, kemudian masuk ke dapur masyarakat, di situ ada alat ukur berapa gas yang digunakan, dan ada kewajiban masyarakat,” tuturnya.
Saat ini, Depok hanya memiliki satu BUMD, yaitu PT Tirta Asasta Depok. Kajian lebih lanjut akan dilakukan untuk memastikan urgensi pembentukan ketiga BUMD baru tersebut.***

Tinggalkan Balasan