INDORAYATODAY.COM – Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Supratman Andi Agtas menegaskan bahwa mekanisme naturalisasi bagi atlet asing yang memiliki darah Indonesia merupakan langkah strategis untuk memajukan prestasi Tim Nasional (Timnas) Indonesia.

Hal ini disampaikan Supratman saat memimpin acara Pengambilan Sumpah Warga Negara Indonesia (WNI) untuk atlet Milano Jonathans di Jakarta, Rabu (3/9/2025).

“Naturalisasi bukan sekadar pemberian kewarganegaraan, namun juga bagian dari upaya membangun bangsa,” jelas Supratman.

Dia menambahkan bahwa atlet yang dinaturalisasi diharapkan dapat menularkan pengalaman dan kemampuan bermainnya kepada atlet lokal, sehingga terjadi transfer pengetahuan yang bermanfaat bagi perkembangan olahraga nasional.

Peningkatan Peringkat dan Prestasi
Supratman mencontohkan, di cabang sepak bola, naturalisasi atlet merupakan langkah penting dalam menghadapi berbagai agenda besar, baik jangka pendek maupun jangka panjang.

Dalam waktu dekat, Indonesia akan menghadapi kualifikasi seperti FIFA World Cup 2026 Asian Qualifiers, ASEAN U23 Boys’ Championship 2025, dan AFC U23 Asian Cup 2026 Qualifiers.

Secara jangka panjang, naturalisasi atlet sepak bola dianggap sebagai langkah strategis untuk membawa Timnas Indonesia masuk ke dalam 100 besar peringkat FIFA dan 10 besar peringkat Asia. “Dengan kehadiran para atlet yang baru dinaturalisasi, kami yakin timnas kita akan lebih kuat dan kompetitif,” tambahnya.

Supratman juga menegaskan bahwa naturalisasi membuka peluang bagi para pemain keturunan Indonesia yang berkarir di luar negeri untuk membela Timnas.

Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk memberikan kesamaan hak, mengingat banyaknya atlet berdarah Indonesia yang tersebar di berbagai negara.

“Pemerintah akan terus menunjukkan komitmennya dalam pengembangan olahraga nasional dengan memberikan kewarganegaraan kepada putra-putri keturunan Indonesia yang memiliki bakat dan prestasi,” tegasnya.

BACA JUGA:  Menkum Bocorkan Siapa Inisial Bapak J sebagai Ketua Dewan Pembina PSI

Dia juga mengajak seluruh masyarakat dan sektor swasta untuk turut serta membangun ekosistem olahraga yang sehat dan kompetitif.