INDORAYATODAY.COM – Perusahaan kecerdasan buatan, OpenAI, secara resmi memperkenalkan fitur terbaru bernama ChatGPT Health. Ruang khusus ini dirancang untuk memfasilitasi kebutuhan pengguna dalam berdiskusi mengenai topik kesehatan dan kebugaran secara lebih terarah dan terpisah dari percakapan umum.

Langkah ini diambil setelah OpenAI mencatat tingginya antusiasme publik terhadap isu medis. Setiap pekan, tercatat lebih dari 230 juta pengguna mengajukan pertanyaan terkait kesehatan melalui platform ChatGPT. Dengan adanya fitur ini, OpenAI berupaya menjaga agar konteks medis pengguna tetap terjaga dan tidak tercampur dengan obrolan harian lainnya.

Sistem akan secara otomatis menyarankan pengguna untuk beralih ke ruang ChatGPT Health apabila terdeteksi adanya pembahasan mengenai isu kesehatan. Meski berada di ruang terpisah, fitur ini memiliki kemampuan untuk tetap memahami konteks relevan dari riwayat percakapan sebelumnya guna memberikan jawaban yang lebih akurat.

Sebagai rencana jangka panjang, ChatGPT Health akan diintegrasikan dengan data pribadi dari berbagai aplikasi kebugaran populer, seperti Apple Health, Function, dan MyFitnessPal. Guna menjaga kerahasiaan data, OpenAI memberikan jaminan bahwa seluruh percakapan dalam ruang kesehatan ini tidak akan digunakan sebagai bahan pelatihan model kecerdasan buatan mereka.

CEO Aplikasi OpenAI, Fidji Simo, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan jawaban atas beragam tantangan dalam sistem layanan kesehatan global saat ini.

“Kami memandang ChatGPT Health sebagai solusi atas berbagai hambatan medis, mulai dari tingginya biaya layanan, keterbatasan akses, hingga beban kerja tenaga medis yang berlebih,” jelas Simo melalui keterangan resminya, Kamis (8/1/2026).

Meskipun fitur ini menawarkan kemudahan akses informasi, pengguna diharapkan tetap bijak dan memahami bahwa layanan ini bukan merupakan alat diagnosis medis formal, melainkan sarana pendukung dalam upaya peningkatan kualitas hidup dan kebugaran secara mandiri.

BACA JUGA:  Bayu Sasongko Raih Gelar Doktor Hukum di Universitas Borobudur