INDORAYATODAY.COM, JAKARTA – Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI Mochamad Irfan Yusuf menegaskan tidak ada ruang titipan maupun intervensi dalam seleksi Petugas Haji Daerah (PHD) untuk penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah atau 2026. Seleksi dipastikan berlangsung terbuka, transparan, dan akuntabel.
Penegasan tersebut disampaikan Irfan Yusuf saat membuka kegiatan Seleksi Petugas Haji Daerah di Asrama Haji Embarkasi Sukolilo, Surabaya. Ia meminta seluruh pihak yang terlibat menjalankan proses seleksi dengan disiplin tinggi serta menjauhi praktik kelalaian maupun skema “coba-coba”.
“Seleksi Petugas Haji Daerah adalah proses yang sangat serius. Dilaksanakan berdasarkan undang-undang secara terbuka, transparan, dan akuntabel. Saya tegaskan, tidak ada ruang bagi titipan, intervensi, atau kompromi terhadap integritas,” ujar Irfan, dikutip dari keterangan pers, Sabtu (24/1/2026).
Menhaj mengingatkan bahwa posisi PHD memiliki tanggung jawab moral yang besar karena kuota petugas daerah diambil dari porsi jemaah haji reguler. Oleh karena itu, setiap petugas yang terpilih wajib membalas kepercayaan tersebut dengan pengabdian penuh.
“Karena Anda mengambil kursi yang seharusnya milik jemaah, maka pelayanan tanpa pamrih adalah kewajiban yang tidak bisa ditawar,” tutur Irfan.
Irfan memastikan pelaksanaan ibadah haji tahun 2026 berada di bawah pengawasan ketat dan berlapis. Sejumlah lembaga negara akan terlibat dalam pengawasan, mulai dari Inspektorat Jenderal, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), DPR, DPD, hingga media dan masyarakat.
“Setiap tahapan akan dipantau. Setiap penyimpangan pasti tercatat dan setiap kelalaian harus dipertanggungjawabkan, baik secara hukum maupun publik,” ucap Irfan yang akrab disapa Gus Irfan.
Ia kembali menegaskan agar para peserta seleksi menjunjung tinggi kejujuran dan tidak tergoda jalan pintas. Menurutnya, pengabdian kepada jemaah haji sebagai tamu Allah hanya layak dijalankan oleh petugas yang berintegritas dan siap secara moral.
“Bertandinglah secara jujur. Jangan tergoda jalan pintas. Pengabdian kepada tamu Allah hanya layak diberikan kepada mereka yang bersih dan siap,” imbuhnya.
Gus Irfan juga berpesan kepada calon petugas haji agar menjadikan pelayanan kepada jemaah sebagai bentuk pengabdian tulus. Jika terpilih, mereka diminta melayani jemaah sepenuh hati selama menjalankan tugas di Tanah Suci.
“Layanilah jemaah dengan sepenuh hati, sebagaimana saudara melayani orang tua sendiri,” ujarnya.
Melalui seleksi yang ketat dan transparan, pemerintah berharap petugas haji 2026 benar-benar diisi oleh sosok yang kompeten, berintegritas, dan mampu memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah.

Tinggalkan Balasan