INDORAYATODAY.COM — Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menerima kunjungan kerja Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid di Kantor Sekretariat Kabinet, Rabu (28/1/2026) malam.
Pertemuan ini memfokuskan pembahasan pada percepatan isu strategis di sektor agraria dan perlindungan hak atas tanah masyarakat.
Salah satu poin utama yang dibahas adalah respons cepat pemerintah terhadap warga terdampak bencana alam. Menteri ATR mengusulkan skema pembuatan sertifikat tanah yang hilang atau rusak secara cepat, terdata, dan tanpa dipungut biaya alias gratis.
Langkah ini dinilai krusial untuk memberikan kepastian hukum bagi para korban bencana di tengah masa pemulihan.
Selain aspek pelayanan sosial, pertemuan tersebut juga membahas upaya penguatan kedaulatan lahan melalui penertiban Hak Guna Usaha (HGU). Pemerintah berkomitmen untuk mengevaluasi perizinan lahan yang terbukti tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
“Penertiban ini dilakukan untuk memastikan tata ruang kita lebih tertata dan penggunaan lahan benar-benar sesuai dengan mandat regulasi yang berlaku,” tulis keterangan terkait pertemuan tersebut.
Seskab Teddy dan Menteri Nusron juga mendiskusikan ketersediaan lahan bagi program prioritas pemerintah, seperti pembangunan sekolah dan Koperasi Desa Merah Putih. Pemerintah menekankan agar proses penggantian lahan masyarakat dilakukan secara tertib dan transparan.
“Jangan sampai pembangunan program strategis merugikan masyarakat. Semua proses perizinan harus transparan guna menghindari sengketa di kemudian hari,” tegas dalam pembahasan tersebut.
Kerja sama antara Sekretariat Kabinet dan Kementerian ATR/BPN ini diharapkan dapat mempercepat penyelesaian konflik agraria sekaligus mendukung visi pemerintah dalam menciptakan keadilan sosial melalui tata kelola pertanahan yang akuntabel

Tinggalkan Balasan