DEPOK, INDORAYA TODAY – Warga ber-KTP Depok kini tak perlu bingung mencari pekerjaan. Pemerintah Kota Depok melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) menghadirkan laman web AyoGawe.go.id yang mempertemukan langsung pencari kerja dengan perusahaan penyedia lowongan.
Kanal Ayo Gawe dirancang sebagai jembatan antara dunia usaha dan masyarakat Depok yang tengah mencari pekerjaan. Di dalamnya, perusahaan dapat membuka lowongan sesuai kebutuhan, sementara pencari kerja bisa langsung melamar secara daring.
Kepala Disnaker Kota Depok, Nessi Annisa Handari, menjelaskan bahwa warga yang telah memiliki akun Ayo Gawe dapat terhubung langsung dengan perusahaan tanpa perantara.
“Para pencari kerja yang sudah bergabung di Ayo Gawe bisa langsung terhubung dengan perusahaan yang membuka lowongan,” ujar Nessi di Balai Kota, Jumat (30/1/2026).
Tak hanya menyediakan informasi lowongan kerja, situs ini juga memfasilitasi pembuatan kartu kuning (AK1) secara digital, sehingga warga tidak perlu datang langsung ke kantor Disnaker.
Ayo Gawe juga telah terintegrasi dengan Depok Single Window (DSW) serta aplikasi Siap Kerja milik Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia.
Meski terhubung dengan sistem nasional, Nessi menegaskan bahwa Ayo Gawe memiliki kekhususan tersendiri, yakni hanya memfasilitasi warga ber-KTP Depok untuk dapat langsung terkoneksi dengan perusahaan.
“Kalau bukan KTP Depok, tidak bisa kami hubungkan dengan perusahaan. Ini khusus untuk warga Depok,” tegasnya.
Saat ini, tercatat 132 perusahaan telah tergabung dalam situs Ayo Gawe. Dari jumlah tersebut, 107 perusahaan berlokasi di wilayah Kota Depok, sehingga peluang kerja bagi warga lokal semakin terbuka luas.
Melalui satu pintu Ayo Gawe, pencari kerja juga dapat mengakses lowongan dari aplikasi Siap Kerja yang cakupannya nasional, sehingga pilihan pekerjaan menjadi lebih beragam.
Selain peluang kerja di dalam negeri, Disnaker Depok juga mulai membuka kesempatan kerja ke luar negeri sebagai pekerja migran, dengan penempatan yang dipastikan aman dan legal.
“Kami memastikan penempatan dilakukan melalui lembaga resmi yang berizin, bukan ilegal, sehingga pekerja terlindungi,” kata Nessi.
Untuk program pekerja migran tersebut, Pemkot Depok saat ini tengah mengkaji regulasi, termasuk lokasi penempatan serta sistem perlindungan tenaga kerja.
Nessi berharap seluruh inovasi ketenagakerjaan ini dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh warga Depok, terutama dengan aktif membuka Website AyoGawe.go.id.
“Harapannya, upaya ini benar-benar bisa menurunkan angka pengangguran, menekan kemiskinan, dan meningkatkan perekonomian masyarakat Kota Depok,” tuntasnya.

Tinggalkan Balasan