DEPOK, INDORAYA TODAY – Praktik penyitaan kendaraan bermotor oleh penagih utang atau yang akrab disapa “mata elang” (matel) kembali meresahkan warga Depok. Terbaru, seorang ibu menjadi korban perampasan unit motor di kawasan Jalan Raya Kartini, Pancoran Mas, Depok.
Peristiwa yang viral ini terungkap setelah korban melapor kepada Tim Perintis Presisi Polres Metro Depok yang sedang berpatroli pada Senin (2/2/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.
Berdasarkan unggahan akun Instagram @depok24jam, kejadian bermula saat korban dihentikan oleh sejumlah oknum matel di jalanan. Para oknum tersebut menyita paksa sepeda motor korban dengan dalih adanya tunggakan cicilan selama dua bulan.
“Tiba-tiba ada seorang ibu-ibu menghampiri Tim Perintis dan bercerita bahwa unit motornya diambil oleh matel dengan alasan menunggak 2 bulan,” tulis narasi dalam unggahan @depok24jam, Senin.
Merespons laporan tersebut, Tim Perintis langsung mendampingi korban menuju kantor perusahaan pembiayaan (leasing) terkait untuk melakukan klarifikasi.
Diketahui, debitur sebenarnya memiliki itikad baik dan langsung melunasi tunggakan tersebut, bahkan membayar hingga tiga bulan angsuran sekaligus. Namun, pihak penyita justru menahan unit motor dan meminta biaya tambahan secara sepihak.
“Unit motornya tidak langsung dikembalikan kepada debitur, melainkan malah ada tambahan biaya penarikan,” lanjut keterangan tersebut.
Melihat adanya ketidaksesuaian prosedur, Tim Perintis Polres Metro Depok melakukan mediasi yang alot di kantor leasing tersebut. Polisi menegaskan bahwa kewajiban debitur telah dipenuhi dan tidak ada dasar hukum bagi oknum untuk menahan motor atau membebankan biaya ilegal di luar kontrak resmi.
Berkat intervensi kepolisian, unit motor tersebut akhirnya berhasil dikembalikan kepada pemiliknya sore itu juga.
Pihak kepolisian mengimbau warga Depok untuk tetap waspada dan tidak ragu melapor jika menghadapi tindakan premanisme di jalanan dengan kedok penagihan utang. Masyarakat dapat menghubungi call center 110 bebas pulsa untuk mendapatkan bantuan darurat.

Tinggalkan Balasan