INDORAYATODAY.COM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor bergerak cepat menangani warga terdampak bencana pergerakan tanah dan longsor yang melanda tiga wilayah di Kabupaten Bogor. Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menegaskan bahwa prioritas utama pemerintah saat ini adalah keselamatan jiwa dan pemenuhan hunian layak bagi para penyintas.

Dalam peninjauan di Desa Pabuaran, Kecamatan Sukamakmur, Sabtu (31/1/2026), Bupati memastikan sebanyak 38 kepala keluarga yang rumahnya mengalami kerusakan berat akan segera dipindahkan dari tenda pengungsian ke hunian sementara yang lebih aman.

“Keselamatan masyarakat adalah yang paling utama. Hari ini kami pastikan tidak ada lagi warga yang bermalam di tenda pengungsian,” ujar Rudy di lokasi bencana.

Sebagai langkah penanganan darurat, Pemkab Bogor telah menyiapkan bantuan sewa rumah sementara sebesar Rp750 ribu per bulan untuk setiap kepala keluarga. Bantuan ini akan diberikan untuk jangka waktu enam bulan ke depan guna memastikan warga memiliki tempat tinggal yang layak selama masa transisi.

Dana bantuan tersebut bersumber dari pos anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) dan dibayarkan secara sekaligus di muka. “Biaya sewa rumah kami bayarkan untuk enam bulan pertama agar warga bisa segera tinggal di tempat yang aman,” tambah Rudy.

Selain bantuan hunian, pemerintah daerah juga menyalurkan bantuan logistik berupa kebutuhan pokok (sembako) kepada para pengungsi. Untuk memastikan bantuan finansial sampai dengan cepat, Pemkab Bogor bersinergi dengan Bank BJB guna mempercepat proses administrasi pencairan dana.

Bahkan, layanan perbankan khusus ini tetap dibuka hingga akhir pekan untuk melayani warga terdampak. Upaya ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memberikan respons cepat terhadap bencana geologi yang merusak puluhan bangunan di wilayah Bogor tersebut.

BACA JUGA:  Di Jambore PAUD, Cing Ikah Tunjukkan Kekuatan Ibu-Ibu Depok