INDORAYATODAY.COM, DEPOK – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Kota Depok, Jawa Barat. OTT tersebut menjadi yang keenam dilakukan KPK sepanjang tahun 2026.
Kepastian OTT di Depok disampaikan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Fitroh Rohcahyanto, Kamis (5/2/2026).
“Memang benar ada penangkapan di wilayah Depok,” ujar Fitroh kepada para jurnalis di Jakarta.
Meski demikian, KPK belum membeberkan lebih lanjut mengenai identitas pihak yang diamankan maupun perkara yang melatarbelakangi OTT tersebut. Fitroh menyebut, KPK masih melakukan pendalaman.
Sesuai ketentuan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang ditangkap, apakah akan ditetapkan sebagai tersangka atau dilepaskan.
OTT KPK Sepanjang 2026
OTT di Depok menambah daftar operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK sepanjang 2026. Sebelumnya, KPK mengawali tahun dengan OTT pertama pada 9–10 Januari 2026, yang menjerat delapan orang terkait dugaan suap pemeriksaan pajak di Kantor Pelayanan Pajak Madya Jakarta Utara, Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan periode 2021–2026.
OTT kedua dilakukan pada 19 Januari 2026 dengan penangkapan Wali Kota Madiun Maidi. Sehari kemudian, KPK menetapkan Maidi sebagai tersangka dugaan pemerasan berupa imbalan proyek, dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), dan penerimaan lainnya di lingkungan Pemerintah Kota Madiun, Jawa Timur.
Pada tanggal yang sama, KPK juga melakukan OTT ketiga dengan menangkap Bupati Pati Sudewo. KPK kemudian mengumumkan Sudewo sebagai tersangka dugaan pemerasan dalam pengisian jabatan perangkat desa di Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
OTT keempat dilakukan pada 4 Februari 2026 di lingkungan Kantor Pelayanan Pajak Madya Banjarmasin, Kalimantan Selatan, terkait proses restitusi pajak. Sementara OTT kelima diumumkan pada hari yang sama dan berkaitan dengan dugaan korupsi importasi barang, dengan salah satu pihak yang ditangkap adalah pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
Dengan OTT terbaru di Depok, KPK telah melakukan enam operasi tangkap tangan sepanjang 2026. KPK menyatakan akan menyampaikan informasi lebih lanjut setelah proses pemeriksaan awal rampung dan penentuan status hukum para pihak yang diamankan selesai dilakukan. ***

Tinggalkan Balasan