INDORAYATODAY.COM, DEPOK – Pemerintah Kota Depok menanggapi pemberitaan yang menyoroti genangan air di kawasan sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung dan mengaitkannya dengan longsoran sampah. Pemkot menegaskan kondisi di lapangan dipengaruhi banyak faktor, sehingga tidak tepat jika persoalan disebut semata-mata disebabkan TPA Cipayung.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok, Reni Siti Nuraeni mengatakan TPA Cipayung memang memiliki kontribusi terhadap kondisi lingkungan sekitar, namun ada faktor lain yang juga berpengaruh besar.
“TPA pasti ada kontribusi, tapi selain TPA Cipayung juga ada kontribusi dari wilayah hulunya,” ujar Reni saat meninjau lokasi, Rabu (22/4/2026).
Menurut dia, sampah kiriman dari wilayah hulu dan kebiasaan sebagian masyarakat membuang sampah ke aliran kali turut memperberat kondisi saat hujan turun.
Akibatnya, aliran air terganggu dan memicu genangan di sejumlah titik.
Reni juga menilai perlu melihat posisi geografis genangan secara utuh, karena beberapa titik tergenang berada cukup jauh dari area TPA.
DLHK menyebut berbagai langkah penanganan telah dilakukan untuk meminimalkan dampak TPA terhadap lingkungan sekitar.
Salah satunya dengan tidak menggeser timbunan sampah ke arah sungai, melainkan ke area yang lebih landai agar lebih stabil dan aman.
Selain itu, timbunan sampah dipadatkan agar tidak mudah longsor maupun terbawa aliran air.
Pemerintah juga rutin melakukan pengerukan dan pengangkatan sampah dari aliran sungai bersama Dinas PUPR.
“Kami bekerja sama dengan teman-teman di SDA, terutama di Dinas PUPR,” kata Reni.
Upaya lain yang dilakukan yakni membuat terasering pada area timbunan sampah guna menahan longsoran.
Pemkot Depok mengakui kondisi TPA Cipayung membutuhkan pembenahan menyeluruh yang tidak bisa selesai dalam waktu singkat.
Karena itu, pada 2027 pemerintah menyiapkan program capping atau penataan area TPA agar dampaknya terhadap lingkungan semakin kecil.
Selain itu, penguatan alat berat pada 2026 juga dilakukan agar pengelolaan sampah lebih optimal.
Saat ini TPA Cipayung menerima sekitar 860 ton sampah per hari, sehingga pengendalian volume timbunan menjadi fokus utama.
Pemkot Depok menegaskan persoalan genangan di sekitar Cipayung merupakan isu kompleks yang dipengaruhi banyak faktor, bukan hanya TPA semata. Pemerintah memastikan penanganan terus berjalan sambil mengajak masyarakat menjaga sungai dan tidak membuang sampah sembarangan. ***

Tinggalkan Balasan