DEPOK, INDORAYA TODAY – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok mulai meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi fenomena cuaca ekstrem El Nino Godzilla yang diperkirakan terjadi di Indonesia pada tahun ini, termasuk di wilayah Kota Depok. Prediksi ini sebelumnya disampaikan oleh BMKG sebagai bagian dari siklus iklim yang dapat memicu kondisi panas berkepanjangan.

Plt Kepala DLHK Kota Depok, Reni Siti Nuraini, menyebutkan istilah El Nino Godzilla digunakan untuk menggambarkan kondisi panas ekstrem dengan durasi lebih panjang dibandingkan El Nino pada umumnya. Kondisi ini dinilai perlu diantisipasi serius, terutama dalam pengelolaan lingkungan dan sampah di Kota Depok.

Salah satu fokus utama DLHK adalah pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung agar tetap dalam kondisi aman dan kondusif. Pasalnya, peningkatan volume sampah dan aktivitas pengolahan di lokasi tersebut berpotensi menimbulkan risiko, termasuk kebakaran saat suhu meningkat.

“Antisipasi pertama kami adalah menyiapkan tandon air untuk memastikan TPA bisa disiram minimal dua kali sehari agar tetap dingin,” ujar Reni, Rabu (22/4/2026).

Selain itu, DLHK juga mulai menginventarisasi titik-titik gas metana yang berpotensi menjadi pemicu kebakaran. Upaya teknis pun dilakukan, termasuk pemasangan pipa untuk membantu pelepasan gas agar tidak terakumulasi di dalam timbunan sampah.

“Metana kami upayakan tidak terperangkap di bawah, tapi bisa keluar terkontrol. Ini penting untuk mencegah potensi kejadian yang tidak diinginkan,” tambahnya.

DLHK juga tengah menyiapkan penampungan air tambahan sebagai langkah mitigasi jika kondisi ekstrem benar-benar terjadi. Tidak hanya itu, masyarakat juga diminta berperan aktif dalam mengurangi beban sampah ke TPA selama periode El Nino berlangsung.

Pihak DLHK berencana membatasi pembuangan sampah organik ke TPA serta menguatkan kampanye pemilahan sampah dari sumbernya. Saat ini, penyusunan standar operasional prosedur (SOP) terkait antisipasi El Nino tengah dilakukan, termasuk strategi pengelolaan sampah di tingkat rumah tangga.

BACA JUGA:  Lurah Cilangkap Depok Sat Set Cari Solusi Bantu Warganya Terdampak Puting Beliung

“Kami akan melakukan campaign agar masyarakat mengoptimalkan pemilahan sampah dari rumah masing-masing,” kata Reni.

DLHK juga memastikan akan menggandeng berbagai pihak dalam upaya ini, mulai dari camat, lurah, tokoh agama, tokoh masyarakat, dunia pendidikan, hingga pelaku usaha. Kolaborasi lintas sektor dinilai penting untuk memperkuat kesiapsiagaan lingkungan di Kota Depok.