INDORAYATODAY.COM, JAKARTA – Pusat Komando Militer Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan telah menyerang sekitar 1.000 target di Iran sejak Sabtu (28/2/2026). Operasi militer tersebut menyasar berbagai fasilitas strategis, mulai dari pusat komando hingga infrastruktur pertahanan.
Dalam lembar fakta yang dirilis, CENTCOM menyebut sejumlah objek yang menjadi sasaran, antara lain pusat kendali dan komando militer, markas besar Garda Revolusi Iran (IRGC), markas pasukan luar angkasa IRGC, sistem pertahanan udara terintegrasi, fasilitas rudal balistik, hingga sarana komunikasi militer.
Selain itu, serangan juga diarahkan pada kekuatan laut Iran, termasuk kapal perang, kapal selam, serta pusat rudal anti-kapal.
CENTCOM menyatakan markas besar IRGC telah dihancurkan pada hari kedua serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel.
“Amerika kini memiliki militer terkuat di dunia, dan IRGC tidak lagi memiliki markas besar,” demikian pernyataan CENTCOM yang dikutip dari AFP, Senin (2/3/2026) dini hari WIB.
Melalui akun media sosial X, CENTCOM juga menuding IRGC bertanggung jawab atas kematian lebih dari 1.000 warga Amerika Serikat dalam kurun 47 tahun terakhir.
“Kemarin serangan besar-besaran AS telah memenggal kepala ular tersebut,” tulis pernyataan tersebut.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan operasi militer tersebut berhasil menghancurkan sebagian kekuatan Angkatan Laut Iran.
“Saya baru diinformasikan bahwa kami telah menghancurkan dan menenggelamkan sembilan kapal AL Iran, beberapa di antaranya relatif besar dan penting,” tulis Trump melalui akun Truth Social.
Serangan tersebut menambah eskalasi ketegangan di kawasan Timur Tengah dan berpotensi memengaruhi stabilitas regional serta keamanan global.
CENTCOM mengklaim telah menyerang 1.000 target strategis di Iran, termasuk markas IRGC, fasilitas rudal, dan kekuatan laut. Pernyataan ini menandai peningkatan signifikan dalam operasi militer AS di kawasan dan memperbesar risiko eskalasi konflik. ***

Tinggalkan Balasan