INDORAYATODAY.COM, DEPOK – Umat Muslim dianjurkan memperbanyak doa pada setiap hari di bulan Ramadhan, termasuk pada hari ke-12. Doa ini berisi permohonan kepada Allah SWT agar diberikan perlindungan, kesucian diri, serta kemampuan bersikap adil selama menjalankan ibadah puasa.

Puasa Ramadhan tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan hawa nafsu serta menjauhi perbuatan yang dilarang. Doa harian menjadi salah satu amalan yang dianjurkan untuk memperkuat keimanan dan ketakwaan.

Berikut doa puasa Ramadhan hari ke-12:

اَللَّهُمَّ زَيِّنِّيْ فِيْهِ بِالسِّتْرِ وَ الْعَفَافِ وَ اسْتُرْنِيْ فِيْهِ بِلِبَاسِ الْقُنُوْعِ وَ الْكَفَافِ وَ احْمِلْنِيْ فِيْهِ عَلَى الْعَدْلِ وَالإِنْصَافِ وَ آمِنِّيْ فِيْهِ مِنْ كُلِّ مَا أَخَافُ بِعِصْمَتِكَ يَا عِصْمَةَ الْخَائِفِيْنَ

Allâhumma zayyinî fîhi bissitri wal ‘afâf, wasturnî fîhi bilibâsil qunû’i wal kafâf, wahmilnî fîhi ‘alal ‘adli wal inshâf, wa âminnî fîhi min kulli mâ akhâfu bi‘ismatika yâ ‘ismatal khâifîn.

Artinya:
Ya Allah, hiasilah aku di bulan ini dengan penutup aib dan kesucian. Tutupilah diriku dengan pakaian kecukupan dan kerelaan diri. Tuntunlah aku untuk bersikap adil dan taat. Selamatkanlah aku dari segala yang aku takuti dengan perlindungan-Mu, wahai tempat berlindung bagi orang yang takut.

Doa tersebut mengandung makna permohonan agar setiap Muslim mampu menjaga kehormatan diri, bersikap qanaah, serta berlaku adil dalam kehidupan sehari-hari.

Selain membaca doa harian, umat Muslim juga dianjurkan memperbanyak zikir dan tadarus Al Quran selama Ramadhan. Amalan tersebut diyakini dapat meningkatkan kualitas ibadah sekaligus menjaga diri dari perbuatan yang tidak baik.

Ramadhan dikenal sebagai bulan penuh ampunan sehingga menjadi momentum untuk kembali kepada fitrah serta memperbanyak amal kebaikan.

Doa puasa hari ke-12 menjadi sarana memohon perlindungan, kesucian, dan keadilan kepada Allah SWT. Dengan memperbanyak doa, zikir, dan membaca Al Quran, diharapkan ibadah Ramadhan dapat dijalankan secara optimal. ***

BACA JUGA:  Keutamaan Puasa Hari Kelima, Janji Ribuan Kenikmatan di Surga Al-Ma’wa