INDORAYATODAY.COM, DEPOK – Sebuah penelitian terbaru mengungkap bahwa kurang minum air putih dapat meningkatkan respons stres tubuh. Orang yang mengalami dehidrasi ringan tercatat memiliki kadar hormon stres lebih tinggi dibandingkan mereka yang cukup asupan cairan.

Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Applied Physiology menunjukkan bahwa individu yang kekurangan cairan memiliki kadar hormon kortisol hingga 1,5 kali lebih tinggi saat berada dalam kondisi tertekan.

Kondisi ini berkaitan dengan sistem pengaturan cairan tubuh yang terhubung langsung dengan pusat respons stres di otak. Saat tubuh kekurangan cairan, hormon vasopresin akan dilepaskan untuk membantu ginjal menyerap kembali air.

Namun, pelepasan vasopresin secara terus-menerus dapat memberikan tekanan tambahan pada ginjal. Selain itu, hormon ini juga memengaruhi hipotalamus yang berperan dalam mengatur respons stres, sehingga memicu peningkatan produksi kortisol.

Kortisol sendiri merupakan hormon penting yang berfungsi dalam menjaga sistem imun, metabolisme, dan tekanan darah. Meski demikian, kadar kortisol yang terlalu tinggi dalam jangka panjang dapat berdampak negatif bagi kesehatan.

Peneliti utama, Neil Walsh, menjelaskan bahwa peningkatan kortisol yang berlebihan dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit serius.

“Respons kortisol yang berlebihan terkait dengan meningkatnya risiko penyakit jantung, diabetes, dan depresi,” ujar Walsh.

Ia juga menyarankan kebiasaan sederhana seperti membawa botol minum, terutama saat menghadapi situasi yang menegangkan seperti presentasi atau tenggat pekerjaan.

Temuan ini menegaskan pentingnya menjaga kecukupan cairan tubuh dalam aktivitas sehari-hari. Dengan memastikan tubuh tetap terhidrasi, risiko stres berlebih dan dampak kesehatan jangka panjang dapat diminimalkan. ***

 

BACA JUGA:  Cara Praktis Cek Penyalahgunaan NIK KTP Apakah Bebas Pinjol