INDORAYATODAY.COM – Pemerintah bergerak cepat dalam merealisasikan pengembangan 10 kota baru guna mendukung program pembangunan perumahan rakyat secara masif.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, menyatakan akan segera membentuk tim gabungan bersama Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) untuk melakukan survei lapangan.

Langkah ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan terbatas antara Menteri PKP Maruarar Sirait dan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid di Jakarta, Kamis (16/4/2026). Fokus utama survei ini adalah memvalidasi lokasi-lokasi potensial yang akan disulap menjadi kawasan hunian terpadu.

Data awal mengenai 10 lokasi kota baru telah diidentifikasi dan diserahkan kepada Kementerian PKP. Beberapa wilayah strategis yang masuk dalam daftar pengembangan tersebut mencakup kawasan di Pulau Jawa dan luar Pulau Jawa, antara lain:

Jawa Barat & Banten: Bogor dan Tangerang.

Jawa Tengah: Batang.

Sumatera Utara: Deli Serdang.

Kalimantan Barat: Kubu Raya.

Jawa Timur: Beberapa titik lokasi potensial yang sedang dalam tahap verifikasi akhir.

“Kami sudah menerima data untuk bakal 10 kota baru tersebut. Tim bersama akan segera turun ke lokasi-lokasi tersebut untuk melakukan survei teknis,” ujar Maruarar Sirait.

Pengembangan kota baru ini selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menginstruksikan pemanfaatan lahan negara secara optimal untuk kepentingan publik.

Kebijakan ini menekankan agar lahan-lahan di lokasi premium dapat diakses oleh masyarakat berpenghasilan rendah guna memperluas kepemilikan hunian layak.

Menteri ATR/BPN Nusron Wahid ditugaskan untuk mempercepat penyediaan lahan yang siap bangun secara terukur. Sinergi lintas kementerian ini diharapkan dapat memangkas hambatan birokrasi dalam tata kelola pertanahan, sehingga target pembangunan perumahan dapat tercapai sesuai jadwal yang telah ditetapkan pemerintah.

BACA JUGA:  Maruarar Sirait Targetkan Rusun Subsidi Meikarta Mulai Dihuni pada 2026