INDORAYATODAY.COM – Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menegaskan bahwa penguatan statistik nasional merupakan fondasi mutlak dalam menyusun perencanaan pembangunan yang berkualitas. Menurutnya, tanpa data yang akurat, arah pembangunan bangsa tidak akan bisa ditentukan secara tepat.
Hal itu disampaikan Rachmat saat menghadiri rapat koordinasi bersama Plt. Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, Wakil Kepala BPS Sonny Harry Budiutomo Harmadi, dan Ketua Forum Masyarakat Statistik (FMS) Rusman Heriawan di Kantor BPS, Jakarta, Kamis (16/4).
“Jika kita benar-benar ingin membangun, maka yang pertama harus dibenahi adalah data statistiknya. Saya merasa berutang pada ilmu statistik dan para ilmuwannya, karena dari situlah arah pembangunan ditentukan. Kemajuan bangsa sangat bergantung pada kualitas data,” ujar Rachmat Pambudy.
Rachmat merefleksikan masa awal Bappenas di bawah kepemimpinan Widjojo Nitisastro, di mana fokus utama pembangunan dimulai dari penguatan statistik kependudukan. Hal ini didasari filosofi bahwa muara akhir dari setiap kebijakan pembangunan adalah kesejahteraan manusia.
Ia pun menekankan posisi krusial Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai penyedia data yang harus menjaga aspek akurasi dan kredibilitas. Baginya, seluruh proses teknokratis pembangunan membutuhkan keahlian data yang presisi agar tidak salah sasaran.
Selain soal teknis data, pertemuan tersebut juga membahas penguatan kelembagaan FMS. Lembaga ini memiliki peran strategis dalam menjaga independensi serta tata kelola BPS sebagai satu-satunya National Statistics Office (NSO) yang menjadi rujukan utama, baik di level nasional maupun global.
Di akhir arahannya, Menteri Rachmat mengajak seluruh jajaran terkait untuk terus bersinergi dengan menjunjung tinggi integritas dan profesionalisme demi mengawal data Indonesia.
“Mari kita terus menjaga semangat kolaborasi untuk mengawal statistik nasional dengan semangat kebersamaan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan