INDORAYATODAY.COM – Ketua MPR RI Ahmad Muzani menegaskan betapa pentingnya peran ulama dan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam dalam menjaga persatuan bangsa. Tak hanya di level domestik, kontribusi mereka juga dinilai krusial dalam mendorong perdamaian dunia di tengah eskalasi konflik global yang kian memanas.

Hal itu ditegaskan Muzani dalam acara Silaturahmi Nasional Ormas Islam dan Halal Bihalal 1447 Hijriah yang digelar Majelis Ulama Indonesia (MUI) di The Sultan Hotel, Jakarta, Rabu (15/4/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Muzani mengingatkan kembali rekam jejak sejarah ulama Nusantara. Ia mencontohkan peristiwa Komite Hijaz pada 1926, di mana para ulama Indonesia berinisiatif menemui Raja Arab Saudi demi menjamin kebebasan praktik keagamaan dan kelestarian situs sejarah Islam.

“Sejarah mencatat peran penting ulama Indonesia dalam menjaga persatuan umat Islam dunia,” ujar Muzani.

Menurut Sekjen Partai Gerindra ini, kondisi global saat ini memiliki kemiripan dengan masa lalu. Dunia Islam kembali dibayangi ancaman perpecahan, terutama di kawasan Timur Tengah. Oleh karena itu, ia mendorong agar nilai persatuan yang disuarakan pimpinan ormas Islam bertransformasi menjadi gerakan nyata untuk perdamaian global.

Muzani juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk mensyukuri stabilitas keamanan di Tanah Air. Ia menilai, kondisi Indonesia yang tetap adem ayem tidak lepas dari tangan dingin para ulama dalam menenangkan masyarakat, serta kesigapan aparat keamanan.

“Sinergi antara ulama dan umaro (pemerintah) adalah kunci. Hubungan yang harmonis menjadi benteng utama dalam mencegah perpecahan dan memperkuat persatuan nasional,” imbuhnya.

Lebih lanjut, ia menyoroti dampak destruktif peperangan yang meluluhlantakkan sisi kemanusiaan, ekonomi, hingga lingkungan. Muzani menegaskan posisi Indonesia yang harus tetap konsisten menyuarakan perdamaian melalui jalur diplomasi.

BACA JUGA:  Wakil Wali Kota Bekasi Dukung MBI Kampanyekan Keselamatan dan Perkuat Persaudaraan Komunitas Motor

Ia meyakini bahwa dialog dan negosiasi adalah solusi utama untuk meredam konflik besar, bukan kekuatan militer. Di akhir pernyataannya, Muzani optimistis Indonesia akan terus melaju di jalur yang benar sebagai bangsa yang bersatu dan berdaulat.

“Berbagai konflik dunia bisa dicegah melalui dialog. Peran Indonesia dalam mendorong perdamaian dunia harus terus diperkuat,” pungkasnya.