INDORAYATODAY.COM – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa pemerintah tidak akan menaikkan harga LPG 3 kilogram bersubsidi guna menjaga stabilitas daya beli masyarakat.
Kepastian ini didukung oleh kondisi stok nasional yang saat ini berada di atas standar minimum, sehingga pasokan ke masyarakat dipastikan tetap terjaga dengan harga yang flat. Kebijakan menahan harga gas melon ini sejalan dengan langkah pemerintah dalam menjaga stabilitas harga energi bersubsidi lainnya, seperti Pertalite dan Biosolar.
Meskipun harga resmi dari pemerintah tidak mengalami perubahan, Bahlil mengakui adanya tantangan besar berupa praktik permainan harga yang kerap terjadi di tingkat distributor dan pangkalan.
Oleh karena itu, fokus utama Kementerian ESDM saat ini adalah melakukan penataan ulang sistem distribusi agar subsidi benar-benar tepat sasaran dan sampai ke tangan masyarakat prasejahtera sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).
Sebagai bagian dari solusi untuk menghindari antrean panjang yang sempat terjadi sebelumnya, pemerintah kini mendorong para pengecer untuk bertransformasi dan mendaftar sebagai subpangkalan resmi.
Langkah strategis ini diharapkan dapat memperpendek rantai distribusi sekaligus menutup celah bagi para spekulan yang sering mempermainkan harga di tingkat konsumen.
Dengan sistem yang lebih terintegrasi, pemerintah berkomitmen menjamin kelancaran pasokan gas subsidi di seluruh pelosok tanah air.

Tinggalkan Balasan