INDORAYATODAY.COM, DEPOK – Tradisi nyuci perabotan kembali dihadirkan dalam rangkaian Lebaran Depok 2026 sebagai upaya mengenalkan budaya lama masyarakat Depok kepada generasi muda.
Ketua Panitia Lebaran Depok 2026, Hamzah, mengatakan tradisi tersebut memiliki makna lebih dalam dibanding sekadar membersihkan barang rumah tangga.
Menurut Hamzah, tradisi nyuci perabotan dahulu dilakukan masyarakat Depok menjelang bulan Ramadan dan Idul Fitri. Warga membersihkan rumah, tempat tidur, hingga perabotan sebagai simbol kesiapan menyambut bulan suci.
“Bukan hanya membersihkan perabotan, tapi juga membersihkan hati,” ujarnya usai kegiatan di Alun-alun Depok, Rabu (6/5/2026).
Kegiatan ini juga diramaikan penampilan sanggar seni budaya di dua panggung yang disiapkan panitia selama rangkaian Lebaran Depok berlangsung.
Hamzah menilai tradisi tersebut penting dikenalkan kembali kepada masyarakat, khususnya anak-anak sekolah dan generasi muda agar memahami akar budaya masyarakat Depok.
Selain pelestarian budaya, kegiatan Lebaran Depok juga melibatkan sekitar 200 pelaku UMKM yang berjualan di kawasan Alun-alun. Panitia memperkirakan perputaran ekonomi selama rangkaian acara dapat mencapai ratusan juta hingga miliaran rupiah.
Lebaran Depok 2026 tidak hanya menghadirkan hiburan dan tradisi, tetapi juga menjadi ruang edukasi budaya bagi masyarakat. Panitia berharap nilai-nilai kebersamaan dan tradisi lokal tetap hidup di tengah perkembangan kota yang semakin beragam.

Tinggalkan Balasan