INDORAYATODAY.COM, KOTA BEKASI – Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, menegaskan pendidikan bermutu tidak dapat diwujudkan hanya oleh pemerintah atau sekolah semata, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh pihak.
Hal itu disampaikannya saat membuka Seminar Nasional Pendidikan 2026 di Sofia Convention Hall, Cimuning, Kota Bekasi.
Seminar bertema “Sinergi Mewujudkan Pendidikan Bermutu: Refleksi Hardiknas dan Proyeksi Indonesia Emas 2045” tersebut menjadi ruang diskusi mengenai tantangan dan arah pendidikan nasional.
Dalam sambutannya, Harris Bobihoe mengatakan pendidikan berkualitas harus dapat dirasakan seluruh peserta didik tanpa membedakan latar belakang apa pun.
“Semua pihak harus mendapatkan hak yang sama untuk mengenyam pendidikan yang layak,” ujarnya.
Ia juga menilai momentum Hari Pendidikan Nasional perlu dimaknai sebagai upaya menghidupkan kembali semangat pendidikan yang inklusif dan berkeadilan.
Menurut Harris Bobihoe, guru memegang peran penting dalam membentuk sumber daya manusia unggul di tengah perkembangan teknologi dan perubahan dunia kerja.
Ia menyebut guru bukan hanya pengajar, tetapi juga pengarah dan penggerak perubahan dalam dunia pendidikan.
“Guru adalah penghubung antara kebijakan pendidikan dan proses pembelajaran di ruang kelas,” katanya.
Karena itu, peningkatan mutu guru dinilai perlu didukung bersama melalui pelatihan berkelanjutan, peningkatan kesejahteraan, hingga pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran.
Pemerintah Kota Bekasi menilai kolaborasi lintas pihak menjadi kunci dalam mempercepat peningkatan mutu pendidikan. Dengan dukungan semua elemen, pendidikan diharapkan mampu mencetak generasi yang siap menghadapi tantangan masa depan.

Tinggalkan Balasan