INDORAYATODAY.COM – Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Sugiono, menegaskan posisi strategis ASEAN sebagai mitra yang stabil di tengah gejolak geopolitik dunia.

Hal tersebut disampaikan Sugiono dalam Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN (ASEAN Foreign Minister’s Meeting/AMM) yang berlangsung di Cebu, Filipina, Jumat (8/5/2026).

Dalam forum tersebut, Sugiono mengapresiasi ketahanan kawasan yang tetap menjadi magnet bagi negara-negara luar, terbukti dengan meningkatnya jumlah negara yang bergabung dalam Treaty of Amity and Cooperation (TAC).

“Di dunia yang semakin bergejolak, ASEAN tetap menjadi mitra yang terpercaya, stabil, dan dapat diandalkan,” ujar Sugiono dalam pernyataannya.

Salah satu poin krusial yang dibahas adalah perkembangan situasi di Myanmar. Sugiono menyoroti laporan terkait pemindahan tokoh demokrasi Daw Aung San Suu Kyi dari penjara ke tahanan rumah, serta pembebasan sejumlah tahanan politik lainnya.

“Laporan pemindahan Daw Aung San Suu Kyi ke tahanan rumah menunjukkan isyarat positif dan kemajuan ke arah yang lebih baik,” ungkap Sugiono.

Indonesia mendorong pemerintah Myanmar untuk terus bekerja sama dengan ASEAN guna memulihkan stabilitas nasional, menekan angka kekerasan, dan menjamin distribusi bantuan kemanusiaan yang aman bagi masyarakat terdampak.

Selain isu internal kawasan, Menlu Sugiono juga membawa misi perluasan kemitraan global ASEAN. Ia secara resmi menyampaikan dukungan penuh Indonesia agar Turki dapat segera ditetapkan sebagai mitra wicara ASEAN.

Menurutnya, penguatan kemitraan dengan negara luar harus terus diakselerasi guna mencapai hasil kerja sama yang konkret dan konstruktif bagi kepentingan bersama.

Pertemuan AMM ini merupakan rangkaian pembuka dari Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-48. Menlu Sugiono dijadwalkan akan langsung mendampingi Presiden RI Prabowo Subianto dalam puncak KTT yang berlangsung hari ini, Jumat (8/5/2026).

BACA JUGA:  Kemenbud Luncurkan Read Indonesia, Platform Promosi Sastra Nasional ke Kancah Global 2025

Kehadiran delegasi Indonesia diprediksi akan fokus pada penguatan ekonomi sub-kawasan dan menjaga sentralitas ASEAN dalam menghadapi dinamika keamanan di Asia Pasifik.