INDORAYATODAY.COM, KOTA BEKASI – Kondisi kabel semrawut yang menjuntai rendah di Jalan Perjuangan, Kelurahan Marga Mulya, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, dikeluhkan warga. Kabel yang melintang di ruas jalan itu dinilai membahayakan pengendara, terutama kendaraan besar yang melintas setiap hari.

Zaenal (34), pemilik kios di sekitar lokasi, mengatakan kondisi kabel yang menjuntai sudah berlangsung lebih dari satu tahun tanpa penanganan menyeluruh dari pihak terkait.

“Saya sudah setahun lebih di sini, dan selama itu juga kondisinya sudah semrawut begini,” ujar Zaenal saat ditemui di lokasi, Senin (11/5/2026).

Menurut dia, posisi kabel yang terlalu rendah kerap memicu insiden di jalan. Salah satu yang paling diingat warga ialah saat kabel tersangkut kendaraan besar hingga menyebabkan pengendara motor terjatuh.

“Pernah ada truk nyenggol kabel, terus kena motor dan pengendaranya jatuh,” kata dia.

Zaenal menyebut penanganan sementara yang dilakukan selama ini hanya sebatas mengikat kabel agar terlihat lebih rapi. Namun, kondisi itu dinilai tidak menyelesaikan persoalan utama.

Ia berharap kabel-kabel tersebut dapat segera dinaikkan atau dirapikan permanen karena lokasi tersebut merupakan akses yang cukup ramai menuju stasiun.

“Harapannya kabelnya bisa dinaikkan sedikit supaya lebih aman dan nyaman buat warga yang lewat,” ujarnya.

Keluhan serupa disampaikan Asep (50), pemilik bengkel di dekat lokasi. Menurut dia, kabel yang menjuntai rendah membuat kendaraan besar kesulitan masuk ke area bengkel.

“Mobil besar jadi enggak bisa masuk. Truk juga susah parkir karena kabelnya terlalu ke bawah,” kata Asep.

Ia menjelaskan, sebelumnya terdapat sejumlah tiang kabel di lokasi tersebut. Namun setelah sebagian tiang dicabut, kabel tidak kembali dipasang dengan baik sehingga menggantung rendah di atas jalan.

BACA JUGA:  Klarifikasi Orasi Soal Tambang, Rudy Susmanto: Tak Ada Niat Lawan Kebijakan Gubernur

Asep juga menyoroti potensi bahaya lain akibat kabel yang mudah dijangkau warga, terutama anak-anak sekolah yang sering melintas di lokasi.

“Anak-anak kadang suka narik kabel buat gantungan. Itu bahaya kalau ternyata masih ada aliran listrik,” ujarnya.

Menurut dia, warga sekitar beberapa kali mencoba merapikan kabel secara mandiri karena belum ada tindakan dari pihak terkait.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan dari dinas terkait perihal keluhan masyarakat tersebut. ***