INDORAYATODAY.COM, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah saat ini tengah menjalankan agenda transformasi nasional yang lebih luas dibanding sekadar pembangunan konvensional. Transformasi tersebut diarahkan untuk mewujudkan Indonesia yang lebih mandiri, maju, dan sejahtera dengan berlandaskan nilai-nilai Pancasila.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat memberikan pidato dalam peringatan Hari Lahir Pancasila ke-81 di Gedung Pancasila, Taman Pejambon, Jakarta Pusat, Senin (1/6/2026).
Dalam pidatonya, Prabowo mengatakan pemerintah tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik atau program jangka pendek, tetapi sedang menjalankan strategi transformasi bangsa yang mencakup berbagai sektor strategis.
Menurutnya, arah kebijakan tersebut bertujuan memperkuat kemandirian nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
“Pemerintah saat ini melakukan berbagai langkah transformasi. Kita tidak hanya bicara pembangunan, kita sekarang punya cita-cita yang lebih berani. Kita sedang dan akan menjalankan terus strategi transformasi bangsa,” kata Prabowo.
Ia menjelaskan, agenda transformasi tersebut dijalankan sejalan dengan nilai-nilai Pancasila yang menempatkan kepentingan rakyat sebagai prioritas utama pembangunan nasional.
Sejumlah program yang menjadi bagian dari strategi tersebut antara lain hilirisasi sumber daya alam, penguatan ketahanan pangan nasional, pengembangan koperasi dan ekonomi desa, hingga pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Strategi kita sejatinya adalah transformasi menjadi haluan yang sejalan dengan Pancasila. Kita memperkuat hilirisasi sumber daya alam, kita membangun ketahanan pangan nasional, kita memperkuat koperasi dan ekonomi desa, kita terus memberi makan bergizi gratis untuk membangun generasi Indonesia yang sehat, unggul, dan cerdas,” ujarnya.
Selain itu, pemerintah juga terus memperkuat sektor pendidikan, kesehatan, pembangunan sumber daya manusia, serta melakukan pembenahan tata kelola pemerintahan agar kekayaan negara dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat.
Prabowo mengakui bahwa agenda transformasi besar tidak akan berjalan tanpa hambatan. Menurut dia, setiap perubahan akan menghadapi tantangan, termasuk dari kelompok yang selama ini memperoleh keuntungan dari praktik yang merugikan negara.
“Suatu transformasi, suatu perubahan yang besar tidak mudah. Kita akan menghadapi rintangan, kita akan menghadapi tantangan, mungkin juga kita akan menghadapi perlawanan dari kelompok-kelompok yang suka dengan korupsi, suka dengan penyelundupan, suka dengan tindakan-tindakan ekonomi yang ilegal,” tegasnya.
Prabowo juga mengingatkan adanya kemungkinan perlawanan dari pihak-pihak yang tidak memiliki komitmen terhadap kepentingan bangsa dan negara.
“Kita akan mungkin menghadapi perlawanan dari mereka-mereka yang tidak cinta tanah air, bahkan berusaha terus untuk memperlemah NKRI. Tapi bangsa yang besar harus berani. Kita harus berani ambil keputusan yang benar walaupun sulit. Kita harus berani membela rakyat kita,” katanya.
Prabowo menegaskan seluruh kebijakan pemerintah harus berorientasi pada kepentingan jangka panjang bangsa. Ia mengingatkan agar Indonesia tidak terjebak pada kenyamanan sesaat yang justru dapat mengorbankan masa depan generasi mendatang.
“Kita tidak boleh mewariskan kemudahan jangka pendek, tapi mengorbankan masa depan anak-anak dan cucu-cucu kita,” ujar Prabowo.

Tinggalkan Balasan